Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Hak Siswa Ikuti Ekskul Dipasung
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Meskipun dikenal sebagai sekolah yang termasuk sekolah favorit, ternyata hak-hak siswa di SMA Negeri 1 Negara untuk mengikuti ekstra kurikuler (ekskul) dipasung oleh pihak sekolah. Siswa yang duduk di kelas X dan XI bahkan dilarang mengikuti salah satu ekstra kurikuler yang ada di sekolah ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritabali.com dari sejumlah siswa yang ada di sekolah ini, mereka mengaku diancam oleh sejumlah oknum guru agar tidak mengikuti salah satu ekstra kurikuler yang ada di sekolah ini, yaitu ekstra kurikuler pramuka. Rata-rata siswa tersebut diancam nilainya dipotong jika mengikuti ekstra kurikuler tersebut. Bahkan pihak sekolah menerapkan sebuah peraturan yang dinilai aneh. Yaitu, Pengurus OSIS di sekolah ini, dilarang mengikuti ekstra kurikuler pramuka. Sementara siswa yang mengikuti ekstra kurikuler pramuka, tidak diperkenankan menjabat sebagai pengurus OSIS.
Menurut salah satu siswa, Darmawan, ultimatum tersebut dilontarkan oleh sejumlah guru yang datang dari kelas ke kelas. Ia sendiri tidak tahu pasti alasan sang guru melarang siswa mengikuti ekstra kurikuler pramuka. “Dari dulu saya dan teman-teman dilarang ikut esktra pramuka, saya sendiri tidak tahu alasannya apa. Yang jelas kami diancam nilainya akan dipotong. Daripada nilainya dipotong, saya lebih memilih tidak ikut pramuka meskipun sebenarnya saya ingin ikut,” ujar Darmawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Jembrana, I Nyoman Suryadi, tidak berhasil dikonfirmasi terkait kasus ini. Menurut salah seorang staf di dinas tersebut, Suryadi sedang melakukan peninjauan di lapangan terkait pelaksanaan Porsenijar di Jembrana.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun