Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Stok BBM di Bali Terganggu
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya jenis premium dalam beberapa hari tarakhir di Bali terutama di Denpasar agak terganggu. Dari pantauan Beritabali.com hari ini, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada diseputar Denpasar stoknya habis sehingga para konsumen kelimpungan. “Maaf, kami dapat jatah bensin terbatas sehingga stoknya habis. Kami masih menunggu kiriman BBM,” ujar salah seorang karyawan SPBU di Renon, Denpasar. Hal yang sama juga ditemui di SPBU Jalan Cokroaminoto Denpasar. Di bagian depan terpampang tulisan, "Maaf Premium Habis".
Seretnya BBM ini malah membuat konsumen berspekulasi, dan cenderung membeli lebih banyak premiun dari hari-hari biasanya. Misalnya, yang biasanya membeli bensin 10 liter per-hari naik menjadi 20 liter per-hari. Tujuannya supaya mereka punya stok sekaligus antisipasi habisnya premium di peredaran..Akibatnya, premium yang terjual di pasaran meningkat dari rata-rata kebutuhan 1.500 kiloliter per hari meningkat menjadi 1.800 kiloliter per hari. Menipisnya stok BBM jenis premium ini, menurut Wira Penjualan BBM Pertamina Unit Pemasaran V Denpasar, Putut Adrianto karena ada masalah teknis yakni dermaga di Depo Manggis, Karangsem yakni mengalami kerusakan dan sedang dalam perbaikan.
“Dermaga di Manggis saat ini dalam perbaikan sehingga tidak bisa mendatangkan pasokan BBM lewat kapal dengan kapasitas 25.000 kiloliter. Perbaikan dermaga diharapkan rampung akhir April mendatang,” ujar Putut Adrianto di Denpasar, Selasa (1/4). Putut tidak membantah kalau dalam beberapa pekan terakhir ini pasokan BBM ke SPBU seret karena dermaga di Manggis rusak. Sekarang ini pihaknya mengandalkan pasokan BBM lewat Depo Banyuwangi. Itupun jumlahnya terbatas karena hanya mampu mensuplai 7.000 kiloliter, sedangkan kebutuhan Bali akan BBM menimal 1.500 kiloliter per-hari.
“Dengan kondisi ini, stok BBM kami hanya mampu melayani paling lama empat hari. Kalau terjadi cuaca buruk, tentu sangat berisiko karena kapal pengangkut BBM bisa molor merapat,” tegas Putut. Putut menyebutkan suplai BBM ke setiap SPBU tergantung omzet SPBU bersangkutan. Dari 140 SPBU yang tersebar di Bali, mendapat jatah rata-rata 16.000 ton dan ada juga 24.000 ton. Suplai ini melibatkan armada (mobil tangki) sebanyak 60 buah. (sss)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3763 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1702 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang