Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Buruh Bawa Kabur Siswi SMA
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang buruh dari Dusun Tengah, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Jumat (11/4) pagi dilaporkan ke Mapolsek Busungbiu. Ia nekat membawa kabur siswi SMA tanpa sepengetahuna guru dan orang tuanya.
Mengetahui anak gadisnya, Kadek Widiasih (21) yang masih duduk dibangku kelas tiga SMA dilarikan Putu Ratna (21) saat berangkat sekolah, Made Sindu (66) warga, Desa Umejero Kecamatan Busungbiu menjadi emosi dan melaporkan ulah pelaku ke polisi.
“Pelaku yang buruh bangunan dengan anak korban sebenarnya menjalin hubungan asmara atau pacaran dan sepakat untuk menikah. Namun tidak mendapat persetujuan dari orang tua korban ini, sehingga dibawa kabur oleh pelaku,” ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa.
Dari laporan di polisi disebutkan, pelaku Putu Ratna dengan anak korban Kadek Widiasih telah berjanji untuk bertemu di sekolah dan pergi bersama, dengan mengunakan sepeda motor pinjaman. Pelaku Putu Ratna kemudian menjemput pacarnya Widiasih dan tidak kembali ke rumah dan membuat orang tua Widiasih melaporkan kasus itu ke Mapolsek Busungbiu. Keberadaan dua pasang sejoli yang tengah dimabuk asmara ini, hingga kini masih dalam penelusuran polisi.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3876 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2179 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2009 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1923 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1785 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun