Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
3 Turis Asing Jadi Korban
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Maling kembali beraksi di wilayah Ubud, Gianyar. Akibatnya, 3 turis asing yang sedang menginap di bungalow jadi korban pencurian. Aksi pencurian ini terjadi di Bungalow Green Field, jalan raya Pengosekan Ubud. Kejadian ini baru diketahui pagi hari, saat ke tiga turis asing ini baru bangun tidur.
3 turis asing yang menjadi korban antara lain Edel Baum dari Swiss, Uci Ima Igeka dari Jepang, dan John Albert dari Belanda. Akibat kejadian, ketiga turis asing ini mengalami kerugian materiil yang tidak sedikit. Turis Jepang Uci Ima kehilangan kamera dan uang 20 ribu Yen, turis Belanda kehilangan uang Rp 800 ribu dan HP Nokia, sementara turis Swiss kehilangan 45 ribu Euro dan 50 Poundsterling. Aksi pencurian ini kemudian dilaporkan ke pemilik bungalow Dewa Made Sentana, yang kemudian meneruskannya ke Mapolsek Ubud.
Menurut keterangan warga sekitar bungalow, selain kehilangan barang berharga, turis yang kemalingan juga mengalami luka-luka akibat aksi nekat pelaku pencurian. “Turis yang jadi korban pencurian ada yang luka, sekarang sudah check out dari hotel dan ada yang langsung pulang ke negaranya,” kata warga yang enggan disebut namanya. Namun keterangan warga ini dibantah Kapolsek Ubud AKP Dewa Putra. “Tidak ada korban yang luka-luka. Kita masih lacak dan kejar pelaku pencurian ini,” kata Dewa Putra.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 6957 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5613 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3517 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2372 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan