Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 12 Juni 2026
Indonesia-Norwegia Bangun Proteksi Pekerja Media
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pekerja media (jurnalis) dinilai belum mendapatkan proteksi dari tindak kekerasan ketika melakukan tugas peliputan di daerah dengan kondisi ekstrem. Indonesia dan Norwegia sepakat untuk mulai menggalang dukungan bagi terwujudnya proteksi bagi pekerja media. Pemerintah kedua negara juga menyerukan kepada negara-negara di dunia untuk merancang hukum bagi proteksi pekerja media. Hal ini didasarkan pada meningkatnya kasus-kasus kekerasan pada pekerja media terutama yang terjadi di daerah-daerah Konflik.
Wakil Menteri dan Kementrian kebudayaan dan gereja Norwegia Wegard Harsvik dalam pidatonya saat pembukaan Dialog Antar Media Global Ke-3 di Nusa Dua Bali pada Rabu (7/5) menyatakan sekitar 86 jurnalis telah terbunuh ketika melakukan tugas peliputan pada tahun lalu. Sebagian besar terbunuh di daerah konflik seperti Irak, Srilangka, Kongo dan Afghanistan.
Harvisk menilai penyelidikan terhadap kekerasan kepada pekerja media selama ini sangat lemah. “Terjadi penyiksaan dan penyandraan terhadap jurnalis. Pada dasarnya pelaku kekerasan terhadap jurnalis harus dibawa ke Pengadilan,” ujar Harvisk. Sementara Menteri Luar negeri Hasan Wirayuda mengingatkan pekerja media untuk tetap mengedepankan etika jurnalisme dan toleransi ketika melakukan tugas peliputan. Hasan Wirayuda menegaskan walaupun kebebasan berekspresi merupakan bagian dari hak asasi manusia, namun tidak ada kebebasan yang absolute.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli