Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Indonesia-Norwegia Bangun Proteksi Pekerja Media
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pekerja media (jurnalis) dinilai belum mendapatkan proteksi dari tindak kekerasan ketika melakukan tugas peliputan di daerah dengan kondisi ekstrem. Indonesia dan Norwegia sepakat untuk mulai menggalang dukungan bagi terwujudnya proteksi bagi pekerja media. Pemerintah kedua negara juga menyerukan kepada negara-negara di dunia untuk merancang hukum bagi proteksi pekerja media. Hal ini didasarkan pada meningkatnya kasus-kasus kekerasan pada pekerja media terutama yang terjadi di daerah-daerah Konflik.
Wakil Menteri dan Kementrian kebudayaan dan gereja Norwegia Wegard Harsvik dalam pidatonya saat pembukaan Dialog Antar Media Global Ke-3 di Nusa Dua Bali pada Rabu (7/5) menyatakan sekitar 86 jurnalis telah terbunuh ketika melakukan tugas peliputan pada tahun lalu. Sebagian besar terbunuh di daerah konflik seperti Irak, Srilangka, Kongo dan Afghanistan.
Harvisk menilai penyelidikan terhadap kekerasan kepada pekerja media selama ini sangat lemah. “Terjadi penyiksaan dan penyandraan terhadap jurnalis. Pada dasarnya pelaku kekerasan terhadap jurnalis harus dibawa ke Pengadilan,” ujar Harvisk. Sementara Menteri Luar negeri Hasan Wirayuda mengingatkan pekerja media untuk tetap mengedepankan etika jurnalisme dan toleransi ketika melakukan tugas peliputan. Hasan Wirayuda menegaskan walaupun kebebasan berekspresi merupakan bagian dari hak asasi manusia, namun tidak ada kebebasan yang absolute.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3759 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1695 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang