Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Sekeluarga Tewas Terpanggang
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kejadian luar biasa yang terjadi di kawasan Jalan Diponegoro Denpasar. Sebuah ruko usaha Trend sepatu di pertokoan Kertawijaya No A2 99 Denpasar, terbakar habis, menewaskan satu keluarga Cina asal Medan. Empat keluarga yang terdiri dari ibu dan tiga anaknya tewas terkepung si jago merah. Nasib beruntung bagi suaminya yang selamat dalam kejadian itu.
Satu keluarga yang tewas dalam kejadian itu yakni istri, Erni Young (40) dan tiga anaknya, Katrin Esalim (perempuan usia 13 tahun), Jennys Surya Esalim (perempuan usia 11 tahun, bukan Denis (10) seperti berita sebelumnya) dan Juan Haster Eliminto Esali (bocah laki usia 6 tahun). Sementara suaminya yang selamat dalam peristiwa itu adalah Hasan Rimba (50).
Empat keluarga yang tewas itu ditemukan terlentang di depan jendela lantai dua, tak jauh dari kamar. Kondisinya sangat mengenaskan, sekujur tubuhnya berwarna coklat dan menyusut. Diduga, keluarga asal Cina Medan itu terkurung api dan berusaha kabur lewat jendela kamar yang terbuat dari terali besi. Belum diketahui penyebab kebakaran yang menewaskan satu keluarga itu. Namun ada dugaan kebakaran disebabkan konsleting listrik di kamar lantai dua.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3874 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2080 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2007 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1919 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1782 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun