Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Warga Propamkan Anggota Pol Air
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kisruh penutupan kantor Pospol Air Kedonganan yang dilakukan warga setempat, menyusul kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam pertemuan Temu Nelayan Nasional 2008 dari tanggal 21-22 Mei mendatang, berakhir di Provos Polda Bali. Seorang anggota Pospol Air dilaporkan ke Propam dalam kasus pemukulan. Laporan warga ke Propam Polda dibenarkan Direktur Polair Polda Bali AKBP Oka Eswara Dwi Asoka Candrana. Dia membenarkan anggotanya dilaporkan ke profesi dan paminal (propam) karena memukul Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) I Nyoman Sudarta. Dikatakannya, anggota Bintara yang piket saat itu adalah Aipda Wayan Suarta. Dia menjalankan tugas bersama tiga anak buahnya. Tapi karena adanya penutupan kantor Pospol oleh warga dengan bambo setinggi 3 meter, Jumat (16/5) sempat terjadi keributan.
Aparat kepolisian yang berjaga, berusaha menghentikan warga yang ingin menutup pospol. “Alasannya ada kunjungan presiden, tapi kok aneh malah pos polisinya ditutup. Bukannya saat kunjungan pejabat pemerintahan, polisi diminta untuk pengamanan,” sergah AKBP Oka. Keributan terjadi, warga melontarkan hinaan ke polisi. Aipda Suarta yang terbakar emosi melayangkan tangannya ke arah Sudarta. Tak terima peristiwa itu, Sudarta datang ke Polda Bali untuk melapor. Menanggapi ada anggotanya yang dilaporkan, Dirpolair mengaku tak keberatan karena pihaknya akan melaporkan ke polsek dan Ditreskrim dengan tuduhan membuat perasaan tidak enak.
“Kalau memang menginginkan pos polisi ditutup, silahkan layangkan surat ke pimpinan polda. Kalau nanti keputusan ditutup, pasti kita akan tutup,” tegas pamen melati dua ini. Keberadaan pos polisi di tempat itu, lanjutnya, juga atas permintaan masyarakat setempat melalui surat ke pimpinan. Dan hal itu sudah dikaji dengan segala bentuk kerawanan yang terjadi. Kata Oka kalau penutupan pos polisi itu tanpa dilengkapi surat, dan sama sekali tak ada pemberitahuan ke polisi. Dikonfirmasi terpisah, Sudarta enggan memberikan komentar banyak. “Polisi yang mukul duluan makanya saya lapor,” katanya saat dihubungi via telepon. Saat didesak alasan pemukulan polisi, dia menolak dengan alasan sulit untuk menceritakannya. Saat ditanya alasan penutupan pos polisi perairan di Kedonganan. “Wah saya nggak tahu. Sudahlah tak perlu dibesar-besarkan,” ucapnya.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan