Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
SBY dan Menteri Ekonominya Ditantang Debat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Banyak cara yang bisa dilakukan pemerintahan SBY untuk menyelamatkan anggaran negara tanpa harus menaikkan harga BBM. Jika SBY tetap ingin menaikkan harga BBM, maka ia ditantang untuk menjelaskan kebijakannya ini lewat debat terbuka di depan publik. Hal ini disampaikan ekonom Doktor Rizal Ramli, yang juga mantan Kabulog di era Presiden Gus Dur, di Renon, Denpasar, Minggu (18/5).
Menurut Rizal Ramli, salah satu cara untuk menyelamatkan anggaran negara adalah dengan menghilangkan subsidi bank rekapitulasi sebesar Rp 35 trilyun per tahunnya. Jumlah subsidi untuk bank rekap ini jauh lebih besar dibanding jumlah penghematan anggaran yang dihasilkan dengan menaikkkan BBM yang hanya sebesar Rp 25 trilyun. “Tapi nyatanya SBY nggak berani stop subsidi bank rekap, sama obligor rekap juga nggak berani,” kata Rizal.
Cara kedua untuk menyelamatkan anggaran, menurut Rizal, adalah dengan melakukan efisisensi di tubuh PLN dan Pertamina. “PLN selama ini tidak efisien karena memiliki transmision lost sebesar 11,5 persen dimana 1 persennya setara dengan Rp 300 miliar. Di negara lain, transmision lostnya hanya 4 persen,” ujarnya. “Pertamina biaya produksinya juga paling tinggi di Asia. Setiap harinya Pertamina harus mengimpor 300 ribu barrel minyak mentah dari Timur Tengah. Minyak impor ini kemudian dicampur dengan minyak mentah Indonesia yang mempunyai kandungan sulfur tinggi,” jelasnya.
Lebih jauh Rizal mengatakan, sebenarnya Pertamina bisa saja memodifikasi kilang minyak yang ada sehingga bisa langsung memproses minyak sulfur yang dihasilkan Indonesia. Ini akan menekan biaya produksi Pertamina hingga 20 persen. “Tapi pemerintah SBY-JK tidak lakukan itu, karena saat ini ada Mr X yang menikmati untung besar dari impor minyak Timur Tengah ini. Setiap harinya ia mendapat komisi sekitar 600 ribu Dollar Amerika dari impor 300 ribu barrel minyak dari Timur Tengah. Uang komisi ini kemudian disetor ke pusat-pusat kekuasaan, sehingga pemerintah tidak berani sikat mafia migas ini,” jelas Rizal yang didampingi beberapa staff dan juga istrinya.
Hal lain yang bisa dilakukan SBY untuk menyelamatkan anggaran adalah mengurangi ‘kenikmatan’ pejabatnya. Fasilitas yang diberikan SBY kepada para pejabatnya selama ini cenderung memboroskan anggaran negara. “Sekarang semua pejabat SBY kalau naik pesawat selalu first class dan menginap di hotel bintang 5. Kalau ini bisa disederhanakan, maka akan ada penghematan anggaran sebesar Rp 4 Trilyun,” ujarnya. Jika SBY tetap ngotot untuk menaikkan harga BBM, makaRizal menantang SBY untuk melakukan debat publik, untuk menjelaskan kebijakannya ini. “Jika SBY tidak cukup percaya diri, dia bisa mengajak seluruh menteri ekonominya. Kalau saya cukup sendiri saja bersama juru bicara saya,” pungkasnya.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3871 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1985 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1853 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1753 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun