Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Suryani Institut Tangani Penderita Gangguan Jiwa
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten Buleleng dinilai kurang memberikan respon dalam menangani warganya yang menderita gangguan jiwa, sehingga Tim Suryani Institut, Minggu (1/6) turun tangan langsung melakukan pengobatan terhadap sebelas warga di Buleleng.
"Peran pemerintah disini masih kurang dalam menangani warganya yang terkena gangguan jiwa, padahal harapan untuk hidup layak bagi pendeirta gangguan jiwa masih terbuka lebar jika pemerintah mau serius dalam menangani para penderita gangguan jiwa ini masih bisa dilakukan, apalagi masalah dana perawatan menjadi kendala bagi pihak keluarga,"Â ungkap Psikiater LK Suryani disela-sela melakukan terapi kepada penderita gangguan jiwa.
Sebelas warga Buleleng yang terdeteksi mengalami gangguan jiwa masing-masing di desa Petemon empat orang, Banyuning satu orang, Bungkulan empat orang dan desa Sangsit sebanyak dua orang.
"Hari ini kita sudah tangani sebelas orang, dan upaya ini akan terus berlanjut," ujar LK Suryani.
Sebelumnya, dinilai membahayakan akibat mengalami gangguan jiwa, empat warga Desa Patemon, Kecamatan Seririt dipasung sejak dua puluh tahun lalu, mereka diantaranya, Putu Antasa (50) warga Dusun Uma, I Gusti Ayu Diahmika (55), warga Dusun Jeroan, serta kakak beradik Kadek Pradnyan (35) dan Komang Anggreni (21), warga Dusun Pemaron (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan