Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 27 Juli 2026
3 Warga Taiwan dan 1 Cina Dibekuk
Tuban
Selasa, 3 Juni 2008,
16:16 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Kantor Imigrasi Ngurah Rai Bali kembali menangkap 4 warga negara asing (Taiwan dan Cina) karena terlibat kasus penyalahgunaan paspor. 3 warga Negara Taiwan yang ditangkap diduga merupakan anggota sindikat penyelundupan manusia antar negara.
3 warga negara Taiwan yang ditangkap masing-masing bernama Lo Chieh (40), Hsu Ya Yun (37), dan Huang Chi Hsiang (33). Mereka ditangkap karena masuk ke Bali tidak dengan paspor Taiwan namun menggunakan paspor Cina (RRC). Paspor Cina ini didapat dari seseorang, anggota jaringan komplotan mereka, saat transit di Bangkok Thailand.
“Setelah mendapat cap masuk dan keluar dari wilayah Indonesia, mereka rencananya akan kembali ke Taiwan lewat Bangkok. Di Bangkok, paspor Cina yang sudah berisi cap imigrasi Indonesia ini akan dijual kembali dengan harga tinggi,†kata Jusuf Hadi, Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Selasa (3/6).
“3 Warga Negara Taiwan menggunakan paspor Cina suatu hal yang aneh, biasanya warga Cina yang menggunakan paspor Taiwan agar mudah bepergian ke suatu negara, karena paspor Cina di beberapa negara susah masuknya. Saya rasa ini salah satu cara untuk mencari pekerjaan ke negara lain, alasan ekonomi semata,†imbuh Jusuf.
Sementara satu warga Cina yang ditangkap bernama Su Kangyu (26) asal Fujian Cina. Ia ditangkap karena membawa dua paspor sekaligus, yakni paspor Hongkong (British National Overseas) dan paspor Cina, agar mudah masuk dan mencari pekerjaan ke Australia.
Oleh pihak imigrasi Ngurah Rai, keempat warga negara asing ini dikenai sangsi pencekalan dan akan dideportasi ke negara masing-masing.
“Untuk sementara waktu kini mereka dititipkan di rumah detensi imigrasi Ngurah Rai,†ujar Jusuf. (bob)
3 warga negara Taiwan yang ditangkap masing-masing bernama Lo Chieh (40), Hsu Ya Yun (37), dan Huang Chi Hsiang (33). Mereka ditangkap karena masuk ke Bali tidak dengan paspor Taiwan namun menggunakan paspor Cina (RRC). Paspor Cina ini didapat dari seseorang, anggota jaringan komplotan mereka, saat transit di Bangkok Thailand.
“Setelah mendapat cap masuk dan keluar dari wilayah Indonesia, mereka rencananya akan kembali ke Taiwan lewat Bangkok. Di Bangkok, paspor Cina yang sudah berisi cap imigrasi Indonesia ini akan dijual kembali dengan harga tinggi,†kata Jusuf Hadi, Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Selasa (3/6).
“3 Warga Negara Taiwan menggunakan paspor Cina suatu hal yang aneh, biasanya warga Cina yang menggunakan paspor Taiwan agar mudah bepergian ke suatu negara, karena paspor Cina di beberapa negara susah masuknya. Saya rasa ini salah satu cara untuk mencari pekerjaan ke negara lain, alasan ekonomi semata,†imbuh Jusuf.
Sementara satu warga Cina yang ditangkap bernama Su Kangyu (26) asal Fujian Cina. Ia ditangkap karena membawa dua paspor sekaligus, yakni paspor Hongkong (British National Overseas) dan paspor Cina, agar mudah masuk dan mencari pekerjaan ke Australia.
Oleh pihak imigrasi Ngurah Rai, keempat warga negara asing ini dikenai sangsi pencekalan dan akan dideportasi ke negara masing-masing.
“Untuk sementara waktu kini mereka dititipkan di rumah detensi imigrasi Ngurah Rai,†ujar Jusuf. (bob)
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3871 Kali
02
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1985 Kali
03
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1855 Kali
04
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1754 Kali
05
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026