Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




3 Warga Taiwan dan 1 Cina Dibekuk

Tuban

Selasa, 3 Juni 2008, 16:16 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Kantor Imigrasi Ngurah Rai Bali kembali menangkap 4 warga negara asing (Taiwan dan Cina) karena terlibat kasus penyalahgunaan paspor. 3 warga Negara Taiwan yang ditangkap diduga merupakan anggota sindikat penyelundupan manusia antar negara.

3 warga negara Taiwan yang ditangkap masing-masing bernama Lo Chieh (40), Hsu Ya Yun (37), dan Huang Chi Hsiang (33). Mereka ditangkap karena masuk ke Bali tidak dengan paspor Taiwan namun menggunakan paspor Cina (RRC). Paspor Cina ini didapat dari seseorang, anggota jaringan komplotan mereka, saat transit di Bangkok Thailand.

“Setelah mendapat cap masuk dan keluar dari wilayah Indonesia, mereka rencananya akan kembali ke Taiwan lewat Bangkok. Di Bangkok, paspor Cina yang sudah berisi cap imigrasi Indonesia ini akan dijual kembali dengan harga tinggi,” kata Jusuf Hadi, Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Selasa (3/6).

“3 Warga Negara Taiwan menggunakan paspor Cina suatu hal yang aneh, biasanya warga Cina yang menggunakan paspor Taiwan agar mudah bepergian ke suatu negara, karena paspor Cina di beberapa negara susah masuknya. Saya rasa ini salah satu cara untuk mencari pekerjaan ke negara lain, alasan ekonomi semata,” imbuh Jusuf.

Sementara satu warga Cina yang ditangkap bernama Su Kangyu (26) asal Fujian Cina. Ia ditangkap karena membawa dua paspor sekaligus, yakni paspor Hongkong (British National Overseas) dan paspor Cina, agar mudah masuk dan mencari pekerjaan ke Australia.

Oleh pihak imigrasi Ngurah Rai, keempat warga negara asing ini dikenai sangsi pencekalan dan akan dideportasi ke negara masing-masing.

“Untuk sementara waktu kini mereka dititipkan di rumah detensi imigrasi Ngurah Rai,” ujar Jusuf. (bob)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami