Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Kasus HaKI Coreng Reputasi Indonesia di Amerika
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Reputasi Indonesia di luar negeri khususnya Amerika Serikat cukup tercoreng terkait kasus pembajakan karya cipta (hak atas keyaan intelektual/HaKI). Hal ini terkait penegakan hukumnya dinilai masih lemah dan cenderung belum objektif.
Baca juga:
Santri Tewas Terseret Ombak Saat Ikut MOS
“Reputasi Indonesia di Amerika Serikat yang menyangkut pembajakan hak cipta tidak bagus, karena lemahnya penegakan hukum,†tandas Prof Dr Ron Jenkins, guru besar bidang teater di Wesleyan University New York, Kamis (10/7) di Denpasar.
Padahal, menurut Ron yang kini sudah tujuh bulan melakukan penelitian bidang seni di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, perlindungan hukum terhadap HaKI di seluruh dunia sangatlah penting.
Salah satu pengalamannya di Bali, cerita Ron, ketika menghadiri beberapa kali proses persidangan kasus dugaan pemalsuan lukisan karya maestro Nyoman Gunarsa di Denpasar.
Kata Ron, hakim saat itu mengatakan bahwa di antara lukisan yang menjadi barang bukti itu memang lukisan palsu, tapi kenapa tidak ada yang dihukum.
Seperti diketahui, kasus dugaan pemalsuan karya Gunarsa tersebut kini masih dalam proses kasasi di Mahkamah Agung (MA), setelah di PN Denpasar, terdakwanya Sinyo Hendra Dinata dinyatakan bebas dari segala tuntutan hukum jaksa penuntut umum.
Atas kondisi penegakan hukum yang dinilai belum adil tersebut, kini Nyoman Gunarsa bersama Prof Ron Jenkins akan menggelar pertunjukan wayang kulit ‘Cenk Blonk’ dengan dalangnya Nardayana, di lapangan Puputan Badung, Sabtu (12/7) besok.
Tema yang diusung dalam pagelaran wayang tersebut adalah seputar kasus pembajakan HaKI dan akibatnya (hukum karma phala) serta sekaligus penyadarannya.
“Saya sengaja meiilih media wayang kulit, karena pesan-pesannya sangat mudah dicerna masyarakat. Apalagi wayang ‘Cenk Blonk’ ini mampu memadukan teknologi dan unsur-unsur nilai tradisional di Bali, sehingga sangat pas untuk membawakan pesan tentang penegakan hukum khususnya pelanggaran atas hak cipta,†papar Gunarsa.
Kata Gunarsa, bila kasus-kasus pelanggaran HaKI dibiarkan terus tanpa adanya penegakan hukum yang berkeadilan, maka citra Indonesia di luar negeri akan terus terpuruk, dan juga mencoreng muka sendiri. (sss)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5990 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4674 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2653 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2313 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan