Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Kasus HaKI Coreng Reputasi Indonesia di Amerika
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Reputasi Indonesia di luar negeri khususnya Amerika Serikat cukup tercoreng terkait kasus pembajakan karya cipta (hak atas keyaan intelektual/HaKI). Hal ini terkait penegakan hukumnya dinilai masih lemah dan cenderung belum objektif.
Baca juga:
Santri Tewas Terseret Ombak Saat Ikut MOS
“Reputasi Indonesia di Amerika Serikat yang menyangkut pembajakan hak cipta tidak bagus, karena lemahnya penegakan hukum,†tandas Prof Dr Ron Jenkins, guru besar bidang teater di Wesleyan University New York, Kamis (10/7) di Denpasar.
Padahal, menurut Ron yang kini sudah tujuh bulan melakukan penelitian bidang seni di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, perlindungan hukum terhadap HaKI di seluruh dunia sangatlah penting.
Salah satu pengalamannya di Bali, cerita Ron, ketika menghadiri beberapa kali proses persidangan kasus dugaan pemalsuan lukisan karya maestro Nyoman Gunarsa di Denpasar.
Kata Ron, hakim saat itu mengatakan bahwa di antara lukisan yang menjadi barang bukti itu memang lukisan palsu, tapi kenapa tidak ada yang dihukum.
Seperti diketahui, kasus dugaan pemalsuan karya Gunarsa tersebut kini masih dalam proses kasasi di Mahkamah Agung (MA), setelah di PN Denpasar, terdakwanya Sinyo Hendra Dinata dinyatakan bebas dari segala tuntutan hukum jaksa penuntut umum.
Atas kondisi penegakan hukum yang dinilai belum adil tersebut, kini Nyoman Gunarsa bersama Prof Ron Jenkins akan menggelar pertunjukan wayang kulit ‘Cenk Blonk’ dengan dalangnya Nardayana, di lapangan Puputan Badung, Sabtu (12/7) besok.
Tema yang diusung dalam pagelaran wayang tersebut adalah seputar kasus pembajakan HaKI dan akibatnya (hukum karma phala) serta sekaligus penyadarannya.
“Saya sengaja meiilih media wayang kulit, karena pesan-pesannya sangat mudah dicerna masyarakat. Apalagi wayang ‘Cenk Blonk’ ini mampu memadukan teknologi dan unsur-unsur nilai tradisional di Bali, sehingga sangat pas untuk membawakan pesan tentang penegakan hukum khususnya pelanggaran atas hak cipta,†papar Gunarsa.
Kata Gunarsa, bila kasus-kasus pelanggaran HaKI dibiarkan terus tanpa adanya penegakan hukum yang berkeadilan, maka citra Indonesia di luar negeri akan terus terpuruk, dan juga mencoreng muka sendiri. (sss)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3747 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1682 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang