Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Usir Tikus, Raja Tabanan Kembali Diarak di Sawah
Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Setelah sebelumnya subak Kebontingguh, Kecamatan Tabanan menggelar upacara "nangluk merana" mengusir tikus melibatkan Raja Tabanan Ke-10 , kini giliran krama subak (anggota organisasi pengairan) Manik Menuh, Desa Pekraman Sesandan, Tabanan, Senin (21/7), menggelar upacara yang sama.
Ritual nangluk merana ini diawali dengan "mendak" (menjemput) Raja Tabanan di Puri Agung oleh Pengurus Subak Manik Menuh Ida Bagus Kade Sukanaya dan beberapa manggalaning pekaseh (pengurus subak).
Selanjutnya Raja Tabanan diterima secara resmi di Pura Puseh Desa setempat. Setelah melaksanakan persembahyangan bersama dan nunas pekuluh (air suci) di Pura Puseh, prosesi upacara nangluk merana dilanjutkan dengan "nunas" atau memohon tirta (air suci) di Pura Beji.
Setelah itu Raja Tabanan Ke-10 diarak oleh krama subak dengan menggunakan joli (tandu) menuju Pura Ulun Suwi.
Usai bersembahyang di Pura Ulun Suwi, Raja Tabanan kembali diarak menuju Pura Bedugul di masing-masing "tempekan" (wilayah) Subak Manik Menuh.
Sembari menuju Pura Bedugul, Raja Tabanan tak hentinya memercikkan tirta yang dikumpulkan dari tiga Pura di wilayah Desa Pekraman Sesandan.
Pekaseh atau pengurus Subak Manik Menuh Ida Bagus Kade Sukanaya meyakini upacara "nangluk merana" dengan "mendak" Raja Tabanan dapat menetralisir serangan hama tikus.
"Kita sudah mencoba berbagai upaya "sekala" seperti memasang perangkap dan racun tikus, tapi serangannya kian mengganas. Setelah kita berupaya secara "sekala", kini kita imbangi dengan upaya "niskala". Mudah-mudahan upaya ini dapat mengurangi serangan hama tikus," harap Sukanaya.
Dari 117 hektar sawah di Subak Manik Menuh, hampir seluruhnya diserang hama tikus. Petani di subak ini terancam gagal panen, padahal usia tanaman sudah berumur 21 hari.
Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan, Ir Nyoman Sunarta mengakui sebilan subak di Tabanan diserang hama tikus paling parah, yakni kecamatan Tabanan bagian utara, Penebel bagian utara dan Marga bagian utara.
"Upaya sekala dan niskala telah kita tempuh untuk mengatasi hama tikus, termasuk kali ini upacara nangluk merana yang melibatkan Raja Tabanan Ke-10," pungkas Sunarta. (nod)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4641 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan