Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Dua Rumah Ludes Terbakar
Kubutambahan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Tersambar api saat mencabut regulator tabung gas, rumah milik Ni Luh Sutri (70) dan Ni Kadek Dewi Prihatin (46) ludes terbakar dan minggu (3/8) hanya menyisakan puing-puing sisa kebakaran
"Sebelum kejadian, anak korban (Luh Sutri) bernama Komang Bintang Darmawan memasang regulator, tapi tidak pas sehingga menimbulkan bau gas. Dan saat diperbaiki, semburan gas elpiji justru menyulut api pada kompor gas dan lanjut melalap seisi dapur hingga menjalar ke rumah tetangganya," ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa.
Meski "pasukan pemadam kebakaran" mendatangi lokasi peristiwa, namun korbaran api semakin membesar dan mengakibatkan kerugian mencapai 250 juta rupiah, dimana rumah dan isinya ludes dimakan api.
"Semua tidak bisa diselamatkan dan tidak ada korban jiwa dari peristiwa kebakaran ini, api dapat dipadamkan tiga jam kemudian," ujar Sudirsa.
Dua unit rumah yang terbakar akibat kelalaian tersebut dan nyaris merembet ke pasar Desa Kubutambahan yang bersebelahan dengan lokasi kebakaran, namun berkat kesigapan masyarakat api dapat dicegah.
Dari musibah kebakaran yang menimpa rumah milik Ni Luh Sutri dan Ni Kadek Dewi Prihatin, Polisi masih melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk memastikan sumber api dengan melibatkan petugas dari laboratorium forensik. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5553 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3486 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2341 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1185 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan