Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sembilan Korban Kerap "Digauli" Paksa

Singaraja

Rabu, 13 Agustus 2008, 17:54 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Jumlah korban tindak pidana pencabulan yang mengarah pada aksi Pedofilia yang dilakukan Granfield Philip Robert (61) Warga Negara Australia, Rabu (13/8) kembali bertambah menjadi sembilan orang. Bahkan dalam pemeriksaan terungkap, dalam melancarkan aksinya menggauli para remaja itu, Philip kerap melakukannya dengan paksa.



"Bertambah lagi korbannya, dari lima, kemudian tambah dua, dan sekarang tambah lagi dua, sehingga jadi 9. Dari pengakuan korban yang baru yakni S dan E diketahui, pelaku dalam aksinya sering memaksa bahkan disertai dengan ancaman," ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol. I Made Sudirsa.

Dua korban yang menjadi pelampiasan hasrat seks menyimpangan warga Aussie tersebut, yakni S (16) dan E (17), secara intensif masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Buleleng.



"Ini masih kita kembangkan, bahkan disebut-sebut adaya seorang penghubung dalam aksi yang dilakukan pelaku, orang lokal Singaraja dengan inisial Y, ini masih kita kejar," ujar Sudirsa.



Dari pengembangan kasus pencabulan yang mengarah pada pedofilia di Mapolres Buleleng, polisi nampaknya akan kembali menambah adanya satu tersangka dengan keterlibatal "local boy", yang aktif memberikan jatah kepada Philip.
"Ini masih kita kembangkan tunggu saja hasilnya," papar Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP. Ambariyadi Wijaya.

Sembilan korban Philip yang sudah diperiksa diantaranya AR (18), WR(18), ND (16), SG (16), AS (19), WD (17), DD (17), S (16) dan E (17). Sebagian besar diantaranya merupakan pelajar yang duduk dibangku SMA dan SMP. (sas)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami