Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




6 Negara Rancang Protokol Adaptasi Trumbu Karang

Sanur

Selasa, 2 September 2008, 17:11 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

6 negara mengambil inisiatif dengan merancang protokol adapatasi trumbu karang terhadap dampak perubahan iklim. Ke-6 negara tersebut merupakan negara yang berada pada kawasan coral triagle (segitiga trumbu karang dunia-red) seperti Papua Nugini, Malaysia, Timur leste, Kepulauan Solomon, Filipina dan Indonesia.

Rancangan protokol adaptasi trumbu karang ini mulai dibahas dalam simpoisum penyelamatan trumbu karang dari perubahan iklim di Sanur (2/9).



Rancangan protokol nantinya diharapkan dapat menjadi acuan dalam mendeteksi munculnya pemutihan karang akibat perubahan iklim.

Peneliti adaptasi terhadap perubahan iklim Asia-Pasifik dari The Nature Concervation (TNC) Elizabeth Mc Loed menyatakan protokol adaptasi trumbu karang pada dasarnya sangat diperlukan oleh ke-6 negara karena kawasan coral triagle merupakan pusat terumbu karang dunia.



Selain itu ancaman kerusakan trumbu karang akibat dampak perubahan iklim sudah semakin mengkhawatirkan.

“Sangat serius sekali dampak perubahan iklim terhadap trumbu karang, di Grabarier reef di Australia ada prediksi mungkin tahun 2050 kalau ini masih berlangsung mungkin ini akan habis,” ujar Elizabeth Mc Loed.



Elizabeth menambahkan kerusakan trumbu karang berupa pemutihan karang sebagai dampak perubahan iklim baru akan jelas terlihat apabila terjadi kenaikan suhu air laut antara 1-2 derajat celsius. Namun demikian kerusakan trumbu karang untuk tiap daerah sangat berbeda karena juga dipengaruhi oleh lamanya panas matahari yang diterima di setiap daerah trumbu karang. (mlt)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami