Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Lestarikan Sapi Bali Lewat Lomba Ternak
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sapi Bali yang sudah terkenal di Indonesia dengan karateristiknya seperti tahan terhadap cuaca, tinggi kalori, rendah kandungan lemaknya dan tahan terhadap penyakit merupakan primadona bagi peternak sapi di Bali. Namun keberadaan sapi Bali perlu dilestarikan untuk menanggulangi kepunahan.
Menanggapi hal tersebut Pemerintah Kota Denpasar melalui Kantor Peternakan Kota Denpasar akan menyelenggarakan lomba/kontes dan pameran ternak se-kota Denpasar pada tanggal 7-8 Nopember mendatang di lapangan Poh Gading Kecamatan Denpasar Utara.
Kepala Kantor Peternakan Kota Denpasar Dewa Made Ngurah saat dihubungi Jumat (3/10) mengatakan untuk lebih menggalakkan pengembangan dan mempertahankan keberadaan sapi Bali ini perlu langkah-langkah strategis yang harus dilakukan.
Seperti halnya hari Tumpek Kandang yang menurut kepercayaan orang Bali dipercaya sebagai hari penghormatan terhadap hewan. Selain melalui Tumpek Kandang dalam mempertahankan keberadaan habitat sapi Bali Pemkot Denpasar juga melaksanakan lomba/kontes sapi bali.
“Kontes akan berlangsung selama 2 hari yang diikuti oleh 24 ekor sapi hasil seleksi setiap kecamatan,†ujar Dewa Ngurah. Melalui lomba/kontes ini Dewa mengharapkan dapat menwujudkan pengembangan ekonomi kerakyatan dengan semangat para peternak lebih baik terutama dalam hal seleksi bibit. Dengan demikian dapat meningkatkan nilai jual sapi untuk memperoleh hasil yang memadai.
Lomba/kontes sapi yang akan dilaksanan menurut Dewa Ngurah merupakan tradisi/budaya yang telah ada sejak jaman dulu di Denpasar. Melalui lomba ini diharapkan dapat mendukung visi dan misi Pemerintah Kota Denpasar mewujudkan Denpasar Berwawasan Budaya.
Lomba ini juga untuk memotivasi peternak agar lebih giat lagi dalam menekuni usahanya serta dalam upaya mendukung program nasional dalam pengembangan produk daging 2010. Sehingga dengan terjaminnya kesehatan sapi masyarakat yang mengkonsumsi daging sapi tidak akan ragu-ragu lagi.
Lebih lanjut Dewa Ngurah mengatakan 24 sapi yang ikut lomba pada bulan Nopember mendatang merupakan hasil seleksi dari Tim Juri dari seluruh sapi di tiap-tiap kecamatan. “Penilaian sapi di lapanagan setiap kecamatan sudah berlangsung dari sebulan yang lalu,†jelas Dewa Ngurah.
Dalam lomba nanti ada 6 jenis sapi yang dilombakan yaitu godel, calon induk, sapi induk, calon pejantan, sapi pejantan dan sapi kereman (penggemukan). Aspek yang dinilai dalam lomba tersebut ada dua aspek yakni aspek teknis berdasarkan jenis dan kriteria lomba dan aspek seni dan budaya. Dewa Ngurah menambahkan disamping lomba ternak juga digelar pasar tani dan pameran dagang ternak. (ctg/*)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan