Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Arus Balik, Terminal Gilimanuk Tetap Sepi
Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Arus balik para pemudik yang sudah mulai ramai rupanya tidak menjamin mobil antar kota dalam propinsi (AKDP) di Terminal Gilimanuk kebagian rejeki. Situasi di terminal Gilimanuk yang letaknya bersebelahan dengan pelabuhan Gilimanuk masih tampak lengang.
Pantuan di lapangan, Jumat (3/10), ruang tunggu penumpang tampak sepi dan lengang. Sedangkan angkutan umum yang parkir di terminal tersebut tidak banyak mendapat penumpang meski sudah berjam-jam ngantre.
Kalaupun ada angkutan yang berangkat karena waktu antreannya habis, paling banyak mengangkut penumpang 10-15 penumpang, bahkan ada yang kosong.
"Hari ini penumpang masih sepi, mudah-mudahan hari Sabtu dan Minggu sedikit ramai biarpun peningkatanya tidak seberapa banyak,"ujar Ngurah, seorang sopir bus AKDP.
Lanjutnya, peningkatan jumlah penumpang saat arus mudik dan arus balik Lebaran ini sekitar 20-30 persen saja. "Peningkatan tersebut tergolong sedikit kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Mungkin karena kebanyakan pemudik menggunakan sepeda motor yang lebih irit dan bisa mengangkut satu keluarga,"terangnya.
Selain karena banyaknya sepeda motor, lanjut Ngurah adanya bis AKAP reguler terutama jurusan Denpasar-Jember juga membuat penumpang enggan memanfaatkan jasa angkutan lokal. "Mereka lebih memilih naik bus AKAP karena ongkosnya lebih murah dan cukup sekali naik angkutan,"ujarnya.
Kepala Terminal Gilimanuk , I Wayan Sujana membenarkan apa yang dikatakan sopir-sopir tersebut. Menurutnya setiap tahun terjadi penurunan penumpang angkutan lokal karena pemudik lebih memilih menggunakan sepeda motor dan naik bus AKAP.
"Kalau naik bus AKAP terutama jurusan Denpasar Jember mereka cukup membeli tiket dan sudah langsung sampai di tujuan. Sedangkan kalau naik angkutan lokal mereka harus berkali-kali ganti angkutan dan membayar biaya penyeberangan,"ungkapnya.
Selain itu adanya angkutan travel juga mempengaruhi menurunnya jumlah penumpang. "Kalau mengunakan travel penumpang merasa lebih nyaman dan cepat dibanding naik angkutan lokal,"terangnya.
Meski jumlah penumpang menurun namun pihaknya tetap menyiagakan 150 armada baik bus AKDP dan Minibus. "Semua armada tetap kita siagakan untuk antisipasi siapa tahu terjadi lonjakan,"imbuhnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3766 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1706 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang