Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Instruktur ‘Rai Watersport’ Jadi Tersangka
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Setelah melakukan penyelidikan mendalam, aparat kepolisian Pol Air Benoa, menetapkan satu tersangka dalam tragedy tenggelamnya pasangan suami-istri (pasutri) asal Taiwan—Mong Bu Xue (26) dan Hua Ling Xia (26)—di perairan Tanjung Benoa, Nusa Dua. Tersangkanya yakni Margiana (36), Instruktur Rai Watersport.
“Dia berstatus tersangka karena dianggap lalai dalam menjalankan tugas,â€tegas Kasi Bin Gakkum Pol Air Benoa, AKP Rai Suwandi, Selasa (07/10).
Menurutnya, tersangka Margiana yang tinggal di Jalan Mawar Blok D 3, Jumbaran Kuta Selatan ini, dianggap lalai dalam menjalankan tugas sebagai instruktur.
Gejala unsur kelalaian terlihat ketika Margiana meninggalkan korban, di tengah laut. Dia pergi meninggalkan korban, dengan alasan mengambil kamera.
Semestinya, menurut AKP Rai, Margiana tidak boleh meninggalkan korban yang sedang menyelam.
“Semestinya tersangka mengutamakan kepentingan keselamatan pelanggan,â€selanya.
AKP Rai mengharapkan, dengan kejadian ini, perlu adanya pengawasan yang lebih intensif. Begitu juga dengan sumber daya manusianya.
Aparat kepolisian Pol Air Benoa, berjanji akan mengecek dan memeriksa SDM para karyawan Rai Watersport, baik dari segi standar keamanan.
Hua Liang Xia tewas ketika melakukan diving bersama suaminya Mong Bu Xue di perairan Tanjung Benoa, Minggu (5/10) pukul 10.30 wita. Sang suami sekarat akibat kejadian itu.
Saat menyelam, ombak ganas menyeret mereka. Ganasnya ombak pantai Tanjung Benoa, membuat alat penyelam yang dikenakan lepas. Dan, korban pun kehabisan napas. Kedua korban sempat tak sadarkan diri dan langsung dibawa ke rumah sakit. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun