Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Sanghyang Jaran Kerauhan
Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Hari ketiga Even Kuta Karnival (KK) ke-6, mempersembahkan tarian Kecak dari Sanggar Cak Apuan Sari Singapadu Gianyar, dengan lakon cerita yang dibawakan mengambil epos Ramayana.
Dalam waktu 2 jam pementasan adegan kolosal disaksikan ratusan turis di Pantai Kuta Senin (20/10). Persembahan seni tari kecak yang telah dikenal luas adalah salah satu khasanah budaya yang adi luhung yang dimiliki Bali.
Ada yang menarik dalam pementasan tarian kecak, dengan kehadiran sanghyang jaran yang mengalami kerauhan disuguhkan secara apik oleh seorang penari. Tarian ini dimasuki roh sehingga tidak sadarkan diri. Ia mengamuk memadamkan baranya api. Sedikitpun tidak ada luka dari sang penari.
Konsentrasi pementasan mengundang perhatian ratusan turis asing maupun domestic yang memadati pantai berpasir itu. Sunset Kuta membuat pementasan tersebut makin menarik. Wisatawan yang hadir tidak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk mengabadikan momen langka tersebut.
Beberapa orang juga meminta para penari kecak untuk berfoto bersama. Koordinator Sanggar Apuan Sari Singapadu Gianyar I Wayan Meja mengatakan kisah tarian sanghyang jaran adalah salah satu tarian sakral yang dikeramatkan orang Bali.
Cerita sendiri diambil dari epos Ramayana, dimana ketika Alengka diserang sang hanoman dan membakar seluruh istana, salah satu sang maha patih berubah menjadi sanghyang jaran.
“Perubahan wujud inilah yang menjadi musuh hanoman untuk memadamkan api,“ kata Meja. Dikatakan di Bali sendiri Sanghyang Jaran sangat disakralkan, tidak sembarangan ditarikan pada tempat umum. Biasanya sekeha Cak melibatkan 50 hingga 100 orang, mereka hanya menggunakan suara membentuk satu nada yang menyerupai seperangkat gambelan.
Katrine seorang wisatawan berasal dari Rusia mengungkapkan kekagumannya terhadap pementasan tarian Sanghyang di Bali. Ia benar-benar surprise dan senang bisa menyaksikan tarian yang memadukan kekuatan mistis dengan tarian. “Saya tidak mengerti ada manusia menginjak api yang membara namun tidak terbakar,†ungkapnya kagum. (ctg/*)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3360 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1144 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 799 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan