Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Lantaran Pemadatan Kurang Maksimal
Loloan Timur
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Senderan yang sekaligus sebagai jogging track di pinggir Sungai Ijogading yang usianya baru sebulan ambrol sepanjang 25 m lantaran diterjang banjir sekali saja.
Ahmadi, salah seorang warga yang rumahnya terancam longsor akibat tebing di sebelah barat tempat tinggalnya ambrol, mengatakan, amburadulnya proyek ini lantaran pemadatannya kurang maksimal, sebab untuk dasar paving jogging track itu hanya mengunakan tanah urug hasil pengerukan sungai Ijogading.
"Semestinya setelah diurug dengan tanah diteruskan dengan pemadatan dengan batu, baru kemudian dipasangi paving. Ya, karena hanya diurug dengan tanah saja makanya begitu kena banjir sekali saja tanah itu turun lalu diikuti oleh paving diatasnya,"terangnya.
Ahmadi, merasa khawatir rumahnya akan ikut-ikutan ambrol jika hujan lebat kembali turun. "Hujan lebat sekali saja rumah saya bisa-bisa ikut ambrol. Sekarang senderan rumah dan kamar mandi saya sudah ikut ambrol,"ucapnya.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3312 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman