Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
WALHI Bali: Baliho Caleg Merusak Lingkungan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Meskipun telah menjadi kesepakatan bersama bahwa pemakuan alat peraga atau kampanye di batang pohon adalah merusak lingkungan, namun di Tabanan hal tersebut masih marak terjadi. Para caleg yang kebanyakan berasal dari salah satu partai besar nampak tidak mengindahkan kesepakatan yang dibuat pada 21 Nopember 2008 lalu.
Pemakuan tersebut dikhawatirkan akan dapat menjadi lubang rayap untuk masuk dan membuat batang pohon rapuh sehingga akan membahayakan pengguna jalan ketika ada angin kencang. Selain itu, tindakan pemakuan pohon hidup dianggap tidak sesuai dengan nilai etika-estetika masyarakat Bali yang sangat menghormati pohon.
Demikian diungkapkan Agung Wardana, Direktur WALHI Bali melalui press releasenya ke email redaksi, Jumat (19/12).Saya tidak tahu mengapa para caleg di Tabanan tidak tunduk pada kesepakatan yang dibuat oleh pimpinan partainya yang ada ditingkat provinsi. Atau memang Tabanan sudah tidak mau diatur oleh propinsi lagi?, sentilnya.
Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh KUPD Bali, para pimpinan parpol maupun calon DPD telah sepakat untuk membersihkan berbagai alat kampanye yang dipasang di pohon perindang jalan dalam waktu satu minggu setelah penandatanganan. Sedangkan di Tabanan, daerah yang masih marak terjadi pemakuan pohon adalah wilayah Kota Tabanan, misalnya Jambe, Pasekan, Taman Sari dan lain-lain.
WALHI Bali meminta kepada pimpinan partai agar menegur calon legislatifnya yang masih melakukan pemakuan untuk membersihkannya dengan segera. Jika memang dalam dua minggu ini tidak terjadi pencabutan, WALHI Bali mengancam akan mengumumkan nama partai dan caleg perusak lingkungan kepada masyarakat sehingga mereka tidak dipilih dalam Pemilu nanti.
Jika caleg seperti ini terpilih, maka mereka hanya akan menambah deretan kerusakan lingkungan dan penjualan pertiwi Bali. Buktinya, belum berkuasa saja sudah melakukan perusakan lingkungan dan tidak menghormati alam apalagi setelah nanti duduk dan memegang kekuasaan,imbuhnya Agung yang baru saja datang dari Polandia untuk mengikuti KTT Perubahan Iklim.
Ketika ditanya tentang banyaknya proyek yang merusak lingkungan di Tabanan, Agung mengungkapkan bahwa hal tersebut adalah bukti dari gagalnya rekrutmen politik di Tabanan. Artinya, rekrutmen politik di Tabanan hanya menghasilkan figur-figur calo proyek demi mendapatkan komisi yang akan digunakan untuk melanggengkan kekuasaannya. Sehingga perlu dipertanyakan komitmennya terhadap keadilan dan kelestarian lingkungan hidup.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2498 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun