Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
WALHI Bali: Baliho Caleg Merusak Lingkungan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Meskipun telah menjadi kesepakatan bersama bahwa pemakuan alat peraga atau kampanye di batang pohon adalah merusak lingkungan, namun di Tabanan hal tersebut masih marak terjadi. Para caleg yang kebanyakan berasal dari salah satu partai besar nampak tidak mengindahkan kesepakatan yang dibuat pada 21 Nopember 2008 lalu.
Pemakuan tersebut dikhawatirkan akan dapat menjadi lubang rayap untuk masuk dan membuat batang pohon rapuh sehingga akan membahayakan pengguna jalan ketika ada angin kencang. Selain itu, tindakan pemakuan pohon hidup dianggap tidak sesuai dengan nilai etika-estetika masyarakat Bali yang sangat menghormati pohon.
Demikian diungkapkan Agung Wardana, Direktur WALHI Bali melalui press releasenya ke email redaksi, Jumat (19/12).Saya tidak tahu mengapa para caleg di Tabanan tidak tunduk pada kesepakatan yang dibuat oleh pimpinan partainya yang ada ditingkat provinsi. Atau memang Tabanan sudah tidak mau diatur oleh propinsi lagi?, sentilnya.
Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh KUPD Bali, para pimpinan parpol maupun calon DPD telah sepakat untuk membersihkan berbagai alat kampanye yang dipasang di pohon perindang jalan dalam waktu satu minggu setelah penandatanganan. Sedangkan di Tabanan, daerah yang masih marak terjadi pemakuan pohon adalah wilayah Kota Tabanan, misalnya Jambe, Pasekan, Taman Sari dan lain-lain.
WALHI Bali meminta kepada pimpinan partai agar menegur calon legislatifnya yang masih melakukan pemakuan untuk membersihkannya dengan segera. Jika memang dalam dua minggu ini tidak terjadi pencabutan, WALHI Bali mengancam akan mengumumkan nama partai dan caleg perusak lingkungan kepada masyarakat sehingga mereka tidak dipilih dalam Pemilu nanti.
Jika caleg seperti ini terpilih, maka mereka hanya akan menambah deretan kerusakan lingkungan dan penjualan pertiwi Bali. Buktinya, belum berkuasa saja sudah melakukan perusakan lingkungan dan tidak menghormati alam apalagi setelah nanti duduk dan memegang kekuasaan,imbuhnya Agung yang baru saja datang dari Polandia untuk mengikuti KTT Perubahan Iklim.
Ketika ditanya tentang banyaknya proyek yang merusak lingkungan di Tabanan, Agung mengungkapkan bahwa hal tersebut adalah bukti dari gagalnya rekrutmen politik di Tabanan. Artinya, rekrutmen politik di Tabanan hanya menghasilkan figur-figur calo proyek demi mendapatkan komisi yang akan digunakan untuk melanggengkan kekuasaannya. Sehingga perlu dipertanyakan komitmennya terhadap keadilan dan kelestarian lingkungan hidup.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan