Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pengusaha Muda Damba Trade Centre
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pengusaha muda yang tergabung dalam wadah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi Bali saat ini sangat mendambakan keberadaan trade centre yang digunakan untuk tempat berpameran.
Kami di Bali menginginkan adanya ruangan tempat berpameran secara tetap semacam trade centre , untuk menunjang promosi produk-produk yang kami miliki,ungkap Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpi Bali, Nyoman Seniweca, di Renon (22/12).
Menurut Seniweca, pengusaha muda yang bergerak di bidang transportasi ini, bila trade centre ini bisa benar-benar diwujudkan, maka jelas akan meringankan pengusaha di Bali khususnya usaha kecil menengah. Sebab, selama ini tiadanya pusat pameran yang tetap ini menjadi penghambat dalam penghematan di kalangan pelaku UKM di daerah ini. Apalagi dalam situasi saat ini yang terjadi krisis keuangan global. Untuk itulah, pemerintah diharapkan mampu mendorong terwujudnya pusat pameran tersebut.
Menyikapi krisi global ini, Seniweca bersama pengurus lainnya sudah merapatkan barisan untuk mengencangkan ikat pinggang dalam menjalankan roda bisnisnya. Mengimbau kepada segenap anggota Hipmi yang mencapai 500 anggota itu untuk lebih mengutamakan produk dalam negeri.
Selain itu, memasuki tahun 2009, senegap anggota Hipmi agar berusaha menularkan jiwa entrepreneur untuk mewujudkan pengusaha kreatif sekaligus menciptkan lapangan pekerjaan. Hal ini juga sebagai langkah menghindari terjadinya PHK terhadap karyawan,ujarnya.
Hasil rembug pengurus Hipmi Bali, juga mengharapkan pemerintah agar menurunkan besaran PPh yang selama ini berlaku secara progresif sampai 30%. Rencana turun sampai 28% flat mulai tahun depan, juga dinilai masih tinggi dibandingkan yang berlaku di negara-negara tetangga yang besarannya 25%.
Tidak itu saja, mereka juga mempertanyakan mengapa bank-bank tidak segera mengikuti penurunan suku bunga sebagaimana halnya penurunan BI rate yang kini hanya 9,5%.Mestinya, idealnya suku bunga bank di bawah 15%. Jadi ada hanya ada selisih 3% sampai 3,5% dari BI rate,ujarnya.
Reporter: bbn/sss
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5904 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2594 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan