Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sebulan, Kantongi Setoran 1,5 milyar lebih

Senin, 22 Desember 2008, 19:07 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Jajaran Polsek Kuta Utara, meringkus 3 sindikat togel TSSM, pada Rabu (17/12) pagi. Penangkapan serempak ini berhasil menyita peralatan judi togel dari mulai laptop, faximile, HP, uang tunai dan buku tabungan Bank BCA. Otak pelaku, yakni Gusde masih dalam pengejaran pihak berwajib.

Mereka yang disergap adalah Thomas Alexander Laan (40) tinggal di Banjar Tuka Desa Dalung Kuta Utara, Badung. I Nyoman Kona Sudana alias Konak (47) tinggal di Jalan Gajah Mada Gang Beji nomor 7 Denpasar, dan Ni Luh Made Ani Eliani alias Ibu Jero (31) tinggal di Jalan Ahmad Yani Gang Toh Jaya nomor 21 Denpasar.

Wakapolres Badung AKP Komang Sandy Arsana SIK, seijin Kapolres Badung AKBP Ahmad Subarkah, Senin (22/12), penangkapan jaringan togel ini berawal saat tertangkapnya tersangka Thomas Alexander Laan di Perum Dalung Badung. Dari pemeriksaan tersangka Thomas, mengaku sebagai pengecer togel Singapura Malaysia. Dari tangan tersangka, petugas menyita 1 unit Handphone, 1 lem,bar nota pembelian togel, dan uang Rp 100 ribu.

Uang hasil setoran, menurut Thomas, diserahkan kepada pengepul yang bernama I Nyoman Konak. Petugas pun langsung menyerbu rumah Konak, Kamis (18/12) sekitar pukul 09.00 Wita, di Jalan Gajah Mada Gang Beji nomor 7, Denpasar. Petugas menggeledah dan menemukan 293 lembar rekapan togel, 1 bendel kupon rekapan, 1 buku tafsir mimpi dan uang Rp.15 ribu.

Polisi menemukan indikasi adanya keterlibatan pelaku lain dalam jaringan togel ini. Sebagai jawabannya, tersangka Konak mengaku menyetor rekapan togel melalui faximile di wartel milik saksi, bernama I Wayan Tirta alias kumis ke nomor faximile milik Ida Bagus Kusmariawan alias Gusdek.

Setiap operasional togel berjalan, tersangka Konak menyerahkan rekapan dan uang setoran kepada Gusdek,terang Kompol ,Sandy didampingi Kapolsek Kuta Utara AKP Si Darma Putra dan Kanitreskrim Iptu Arief Prasetyo.

Petugas kembali bersemangat menyelidiki hingga tuntas kasus tersebut. Dengan menyergap rumah Gusdek di Jalan Ahmad Yani Gang Toh Jaya nomor 21 Denpasar. Polisi pun memasang jebakan dengan membawa tersangka Konak ke rumah Gusdek.

Saat penyerahan uang setoran dan rekapan, Gusdek tidak berada di rumah. Yang menerima setoran dan rekapan saat itu adalah istri Gusdek, bernama Ni Luh Made Ani Eliani alias Ibu Jero.

Awal interogasi, Jero membantah keterlibatannya dalam kasus perjudian tersebut. Tetapi polisi menemukan pembuktian kuat keterlibatannya sebagai menerima setoran, merekap dan operator faximile nomor togel yang masuk dan keluar.

Dipenggeledahan, petugas menemukan peralatan transfer rekapan togel, berupa 4 unit laptop berbagai merek, 3 modem, 3 set computer, 4 unit mesin faximile, 2 GSM roter merek Vodopone, 16 buku tabungan BCA, 1 buku tabungan Mandiri, 5 ATM BCA, 1 ATM Bank Mega, 9 pena, 7 stabilo, 140 rekapan togel, 7 kalkulator, 2 buku tulis berisi rekapan togel, 9 handphone berbagai merek dan uang tunai Rp 2.190 juta.

Dari pemeriksaan Jero, mengakui menerima uang setoran dari 10 pengepul yang tersebar di Bali dan Lombok dengan omzet rata-rata Rp 75 juta, perharinya. Yang mencegangkan, sebulannya, mereka bisa mengantongi setoran 1,5 milyar lebih. Dapat diduga, dari penyitaan perangkat togel terungkap, bahwa Gusdek ahli dalam bidang computer. Peralatannya sangat canggih, menggunakan system olah data secara manual. Alat ini digunakan untuk memantau penyetoran rekapan melalui SMS, Faximile, dan email.

Untuk system data manual, bagi para pengepul, cukup dengan mentransfer nomor rekapan ke faximile. Sementara untuk via SMS, nomor rekapan langsung ditransfer ke alat Vodofone.

Kecanggihan alat yang mirip modem ini, menurut Kompol Sandy, tidak ada dijual di Bali. Alat Vodofone dirancang Gusdek, untuk bisa menerima vis SMS yang langsung online ke program computer.

Selanjutnya, nomor nomor rekapan yang masuk dari pengepul, diprogram ulang (folling), untuk mendata hasil, nomor kecil dan besar yang akan keluar. Selanjutnya, nomor yang keluar di transfer ke masing-masing pelanggan.

Suami Jero yakni Gusdek masih kita kejar. Dia otak pelaku dalam jaringan togel Singapura Malaysia ini. Kami menduga omzetnya lebih dari 1,5 milyar,ujar Kompol Sandy. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sss



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami