Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Jelang Natal di Kampung Nasrani
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Aroma hari raya Natal semakin terasa apalagi di Dusun Palasari, Ekasari, Melaya yang mayoritas penduduknya beragama Katholik. Sejumlah warga tampak terlihat sedang mempersiapkan segala sesuatunya menjelang Misa Natal yang akan berlangsung Kamis (25/12) besok.
Ada hal yang unik yang dilakukan umat Katholik di Palasari. Mereka memasang penjor di depan rumahnya, seperti halnya dengan umat Hindu manakala merayakan hari raya Galungan. Selain itu, mereka juga membuat pajegan yang akan dibawa ke gereja. Menurut salah seorang tokoh umat Katholik, pembuatan penjor dan pajegan tersebut sudah menjadi tradisi setiap Natal, namun fungsi keduanya berbeda dengan penjor dan pajegan umat Hindu.
"Karena kami adalah orang Bali asli maka kami masih tetap melestarikan budaya leluhur kami, namun kelengkapanya tidak seperti yang dibuat saudara kami yang beragama Hindu begitupula fungsinya berbeda,"ujarnya. Menurutnya, penjor dan pajegan yang dibuat umat Katholik Palasari lebih bersifat hiasan. "Penjor dan pajegan yang kami buat fungsinya lebih sebagai hiasan,"ujarnya.
Lanjutnya sehari menjelang Natal umat Katholik di Palasari juga melakukan kegiatan seperti Penampahan Galungan. Mereka yang mampu biasanya memotong babi sedangkan yang kurang mampu ada yang urunan untuk memotong babi atau cukup menyembelih ayam yang nantinya diolah menjadi lawar atau masakan Bali lainnya. "Pokoknya kegiatan kami disini sangat kental dengan nuansa Bali,"tandasnya.
Sementara itu di Gereja Hati Kudus Yesus tampak terlihat anak-anak sedang berlatih tari Panyembrama "Kami memiliki tradisi mementaskan tarian Panyembrama ini di hari Natal," ujar Pastor Gereja, Romo Laurentius Maryono Pr. Selain itu, ketika melakukan misa Natal, umat Katholik di Palsari ini akan mengenakan pakaian seperti umat Hindu yang mau sembahyang bahkan doa-doa pun dilantunkan dalam Bahasa Bali.
"Selain pakaian yang dikenakan saat sembahyang persis seperti pakaian umat Hindu yakni yang laki-laki mengenakan kain, saput dan udeng serta yang perempuan mengenakan kain dan kebaya. Ucapan doanya pun masih menggunakan bahasa Bali," jelasnya.
Sementara itu kegiatan serupa juga dilakukan oleh umat Kristiani di Desa Belimbingsari, Melaya. Meraka juga memasang penjor dan sehari menjelang Natal juga melakukan pemotongan hewan seperti Penampahan Galungan.
Reporter: Kominfo NTB
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3759 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1694 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang