Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tak Dampingi Korban, Fungsi Dinas Sosial Dipertanyakan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas sosial dinilai tidak peduli dengan nasib 2 bocah korban pencabulan kakek dan bapak kandungnya di Kerambitan Tabanan Dinas sosial dinilai tidak peduli dengan nasib 2 bocah korban pencabulan kakek dan bapak kandungnya di Kerambitan Tabanan. Sejak awal terungkapnya kasus hingga kepulangan 2 bocah ini ke Buleleng, tidak ada perhatian sama sekali dari dinas sosial setempat.
Hal ini disampaikan LK Suryani, psikiater yang juga aktif dalam penanganan kasus kekerasan terhadap wanita dan anak-anak di Bali. Menurut Suryani, melihat kondisi keluarganya yang ‘hancur berantakan’, sudah sepantasnya dinas sosial menjalankan fungsinya membantu warga. Suryani menyayangkan ketidakpedulian dinas sosial setempat pada kasus pencabulan yang menimpa Putu AR (13) dan Kadek MA (10).
“Jadi dimana peran dinas sosial, seharusnya mereka yang aktif membantu kedua korban yang masih kecil, mendampingi, hingga mengantar kedua korban ke rumah ibu kandungnya ke Buleleng, bukannya membiarkan kedua korban pulang sendirian tanpa pendamping ke Buleleng,” ujar Suryani. Pemulangan kedua bocah korban pencabulan ini ke rumah ibu kandungnya di Buleleng, kata Suryani, juga bukan merupakan suatu hal yang tepat.
“Anak ini sudah berpisah dengan ibunya selama 7 tahun. Kalau sang anak benar-benar rindu dengan ibunya, maka trauma korban akan terobati. Tapi kalau di pikiran kedua anak ini ada rasa benci terhadap ibu mereka, karena dianggap sebagai penyebab semua ini, maka ini bukan jalan yang tepat, tapi akan semakin memperburuk kondisi mereka. Banyak hal yang harus disiapkan, mengirim mereka ke tempat ibunya bukan seperti mengirim barang saja,” papar Suryani.
Ke depan, Suryani berharap pemerintah dan aparat keamanan di Bali menaruh perhatian yang lebih besar terhadap kasus serupa.
“Kasus-kasus seperti ini (pencabulan anak oleh keluarga) ada di tengah-tengah masyarakat, tapi dianggap sebagai aib atau malu yang harus ditutupi. Ke depan, ini harus ditangani dengan lebih baik,” tegasnya. (bob)
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2604 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan