Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Habitat Penyu Rusak, Populasi Penyu Menurun
Sanur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
populasi penyuHasil evaluasi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana menyebutkan perlu waktu 5-10 tahun kedepan untuk menjaga populasi penyu di Bali dalam kondisi stabil. Berdasarkan penelitian Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Populasi penyu petelur di Bali saat ini mencapai sekitar 80 ribu ekor.
Sedangkan untuk dapat mempertahankan populasi penyu tetap stabil setidaknya diperlukan sekitar 1 juta ekor penyu petelur. Peneliti Penyu Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Ida Bagus Windia Adnyana ketika ditemui beritabali.com di Sanur (28/1) menyatakan ancaman terbesar dari upaya pelestarian penyu saat ini adalah rusaknya habitat penyu.
“Penangkapan berkurang, pengambilan telur berkurang tetapi pantai tempatnya bertelur rusak, terus telurnya itu mau diapain. Mau dipindah kita terbentur dengan aturan, itu harus dicarikan jalan keluar” ujar Ida Bagus Windia Adnyana.
Windia menegaskan kerusakan habitat penyu saat ini bukan saja akibat kenaikan permukaan laut tetapi juga akibat abrasi yang terjadi di beberapa pantai di Bali. Terkait dengan perdagangan penyu, Windia mengakui masih tetap terjadi walaupun dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1945 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1704 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1580 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1520 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun