Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Produsen Ancam Penyalur Pupuk Yang
Melaya
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Adanya dugaan permainan dalam pendistribusian pupuk bersubsidi di Jembrana, selain menyebabkan kelangkaan pupuk tersebut juga membuat harga pupuk bersubsidi membumbung tinggi. PT. Pupuk Kaltim selaku produsen dan penyalur pupuk bersubsidi ke Jembrana mengancam akan menindak tegas penyalur yang berani mempermainkan harga pupuk.
Mencuatnya masalah kenaikan harga pupuk bersubsidi di tingkat petani membuat PT. Pupuk Kaltim selaku produsen dan penyalur pupuk bersubsidi tersebut perlu turun tangan untuk menjelaskan masalah tersebut. Ariyanto, utusan PT. Pupuk Kaltim menegaskan harga eceran tertinggi (HET) pupuk yang dipatok pihaknya hanya Rp. 60 ribu perzak isi 50 kg sampai di penyalur. "Sampai di penyalur harganya hanya Rp. 60 ribu," tandasnya.
Menurutnya, kalau terjadi peningkatan harga sampai ke petani itu dikarenakan ada kesepakatan antara petani dan penyalur mengenai ongkos angkut. "Ongkos angkut tersebut tidak bisa dimasukkan ke dalam harga pupuk. Kami tidak mencampuri adanya kesepakatan-kesepakatan itu sepanjang HETnya tidak dinaikkan," ujarnya.Pihaknya juga tidak segan-segan akan melakukan tindakan tegas kepada penyalur jika coba-coba mempermainkan harga. "Penyalur jangan coba-coba memainkan harga kalau tidak ingin kami tindak tegas," tegasnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2556 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2017 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1948 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1796 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun