Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Kena Guna-Guna, ABG Takut Pulang
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
guna gunaAnggota Satpol PP Pemkab Jembrana disibukan atas ditemukannya seorang ABG di Taman Pecangakan. Ni Putu DR (15), siswi kelas I sebuah SMA di Pekutatan terus menangis dan menolak diajak pulang kerumahnya.
Dari informasi yang dihimpun, sejak seminggu yang lalu DR pergi meninggalkan rumahnya dan bolos sekolah. Selama kabur, DR tinggal berpindah-pindah dari rumah teman yang satu teman ke yang lainnya. Sejatinya, teman-teman DR sudah beusaha membujuknya agar mau pulang namun ditolak DR lantaran takut tinggal di rumahnya karena di kamarnya dilihat banyak anak-anak kecil berseliweran. Keluarga DR pun berusaha mencarinya dan akhirnya DR ditemukan Ni Ketut Warti, ibu kandungnya di Taman Pecangakan.
Namun saat diajak pulang, DR menolaknya dan malahan berusaha kabur. Untungnya kejadian tersebut dilihat Satpol PP lalu DR diamankan ke kantor.
“Saya jangan diajak pulang, saya tidak mau pulang karena dirumah banyak anak-anak kecil,”teriak DR sambil meronta-ronta. Dua orang anggota Satpol PP perempuan tampak berusaha memeganginya sambil membujuk agar DR berhenti menangis.
Beberapa saat kemudian, Warti kembali datang bersama beberapa teman DR. Melihat kedatangan ibunya itu, tangis DR semakin keras. “Saya sempat meminta petunjuk ke orang pintar katanya anak saya kena guna-guna, sekarang saya sudah mencari paranormal supaya dia bisa sadar,”ujar Warti yang seorang guru SD.
Tidak lama kemudian seseorang datang sambil membawa tirta (air suci) untuk dipercikkan ke DR. “Sakit, sakit, jangan, jangan,”teriak DR sambil meronta ketika diperciki tirta. Karena masih belum sadar akhirnya DR dibawa ke rumah paranormal oleh orang tuanya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun