Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pengesahan Perda Tata Ruang Molor
Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pengesahan terhadap revisi peraturan daerah rencana tata ruang wilayah (RTRW) Propinsi Bali dipastikan molor. Padahal berdasarkan aturan RTRW tersebut harus sudah disahkan pada 26 April sesuai dengan perubahan undang-undang tata ruang tahun 2007.
Ketua DPRD Bali Ida Bagus Wesnawa pada keteranganya di Renon, Selasa (14/4) bahkan menargetkan pengesahan perda tata ruang selesai sebelum Agustus mendatang atau sebelum pergantian anggota dewan. Menurut Wesnawa, seluruh anggota dewan telah sepakat untuk tidak meninggalkan hutang kepada anggota dewan yang baru.
“Kami anggota dewan yang akan berakhir Agustus sudah berusaha agar tidak ada tunggakan, disisi lain perda ini diharapkan cepat selesai karena tuntutan dilapangan sudah seperti itu,” kata Ida Bagus Wesnawa.
Ketua DPRD Bali Ida Bagus Wesnawa menambahkan walaupun pengesahan perda tata ruang terkesan dikejar waktu, namun anggota dewan telah sepakat untuk membahas secara hati-hati untuk meminimalisasi celah-celah pelanggaran.
Wesnawa mengakui molornya pengesahan juga diakibatkan karena DPRD Bali memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan masukan dan koreksi.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2936 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2013 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun