Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Yayasan Yudistira Sesalkan Eleminasi Masal Anjing
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Lembaga Pemerhati Hewan yayasan Yudistira mendesak pemerintah daerah Bali untuk menghentikan eleminasi masal terhadap anjing dalam penanggulangan dan pengedalian peyakit rabies atau anjing gila di Bali. Yayasan Yudistira merekomendasikan kepada pemerintah Bali untuk melakukan eleminasi secara selektif.
Manager Operasional Yayasan Yudistira Wayan Mudiarta ketika ditemui Beritabali.com di Renon, Jumat (24/4) menyatakan seharusnya proses eleminasi hanya dilakukan terhadap anjing yang secara klinis menunjukkan gejala rabies. Namun untuk anjing-anjing liar dilakukan vaksinasi. Mudiarta juga menyatakan kecewa dengan cara eleminasi terhadap anjing dengan cara meracuni anjing.
“Boleh dilakukan eleminasi tetapi dengan cara yang seminimal mungkin menimbulkan penderitaan terhadap hewan itu sendiri. Walaupun untuk saat ini sesuatu yang ideal sulit dilakukan pemerintah,” jelas Wayan Mudiarta.
Sedangkan berdasarkan data Dinas Peternakan Bali sejak kasus Rabies terjadi di Kabupaten Badung Bali pada September 2008 hingga saat ini tercatat sekitar 2600 anjing telah dieleminasi. Selain itu tercatat sekitar 40 ribu anjing telah divaksinasi.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2754 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun