Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Bandara Ngurah Rai Siaga Penuh
BERITABALI.COM, BADUNG.
PT. Angkasa Pura Bandara Ngurah Rai Bali siaga penuh. Pihak bandara mewajibkan seluruh penumpang penerbangan internasional untuk melewati alat termal scanner atau alat pendeteksi panas tubuh. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut terhadap penularan flu babi dan penyakit migrasi lainnya seperti flu burung, SARS dan flu Singapura.
Human Resources dan General Affair Manager PT. Angkasa Pura Bandara Ngurah Rai Bali Alex Pudjianto, ketika ditemui beritabali.com di Tuban (29/4) menyatakan, pengecekan dengan termal scanner juga berlaku bagi penumpang VIP.
Langkah ini merupakan bentuk siaga penuh pengelola Bandara Ngurah Rai terhadap berbagai penyakit.“Bandara Ngurah Rai ini siaga penuh, semua penumpang yang datang termasuk awak pesawat dan penumpang VIP, harus melewati prosedur pemeriksaan yang kami tetapkan, yakni dengan melewati thermal scanner dan body cleaner,” tegas Alex.
Alex Pudjianto menambahkan, tingkat kedatangan penumpang internasional di Bandara Ngurah Rai saat ini mengalami peningkatan dari rata-rata 6.200 penumpang perhari menjadi 6.900 penumpang perhari.Hingga saat ini terdapat 8 penerbangan langsung menuju Bali seperti dari Australia, Singapura, Jepang, Thailand, Dubai dan China.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4532 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2343 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1995 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1605 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1048 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun