Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Harga dan Permintaan Babi Anjlok
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Merebaknya kasus flu babi ternyata mampu menurunkan minat penggemar daging babi untuk menyantap masakan beraroma babi. Buktinya, peternak babi potong merasakan adanya penurunan permintaan daging babi potong.
Ketut Gemuh, salah seorang peternak babi mengakui kalai pasca merebaknya kasus flu babi ini dirinya mengalami penurunan permintaan babi potong.
“Gara-gara kasus flu babi ini, permintaan babi potong kepada saya mengalami sedikit penurunan,” kata peternak yang memiliki ratusan babi ketika ditemui, Jumat (1/5).
Namun Gemuh menolak menyebutkan berapa pastinya penurunan tersebut. Selain mengalami penurunan permintaan, Gemuh juga mengakui adanya penurunan harga daging babi.
“Permintaan menurun harganya juga ikut-ikutan anjlok,” tandasnya.Menurut peternak asal Dusun Samblong, Sangkaragung, Jembrana ini, dulu dia mampu menjual daging babi dengan harga Rp. 16 ribu/kg namun saat ini babinya hanya laku Rp. 15,5 ribu/kg.
Gemuh sejatinya juga merasa khawatir dengan merebaknya kasus flu babi ini lantaran kalau penyakit yang disebabkan virus H1N1 ini mampir di hewan ternaknya tentu dirinya akan mengalami kerugian hingga mencapai ratusan juta rupiah.
“Kalau sampai babi-babi saya mati karena tertular penyakit, tentu saya dirugikan hingga ratusan juta. Jumlah itu kan sangat besar buat saya,” katanya.
Gemuh juga berjanji akan melakukan penyemprotan sendiri secara periodik demi terjaganya kesehatan ternak babinya.“Saya akan beli dulu mesin semprotnya agar saya bisa menyemprot sendiri,” ujarnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3759 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1695 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang