Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Dua Karyawan Gelapkan Bahan Makanan Ratusan Juta
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dua karyawan PT Sukanda Jaya yang terletak di Jalan By Pass Ngurah Rai Tuban Kuta, ditangkap di rumahnya masing-masing, pada Kamis (21/05) malam. Kedua tersangka dituding telah melakukan penggelapan bahan makanan perusahaan senilai ratusan juta.
Kedua karyawan itu masing –masing I Wayan Astina Yasa (23) tinggal di Jalan Raya Tuban Gang Walet nomor 8 Kuta. Arif Yahya Trihandoyo (27) tinggal di Jalan Dayung Permai Blok F nomor 30 Kuta.
“Keduanya ditangkap tadi malam di rumahnya masing-masing,”jelas Kapolsek Kuta AKP Dodi Prawira Negara SIK, Jumat (22/05) tadi.
Menurut Kapolsek, kedua tersangka diduga telah melakukan pencurian berulang kali diperusahaan PT Sukanda Jaya yang terletak di Jalan By Pass Ngurah Rai Kuta.
Mereka mencuri berbagai jenis bahan makanan yang tersimpan didalam gudang perusahaan. Akibat perbuatan kedua tersangka perusahaan dirugikan sebesar Rp 247 juta lebih.
“Kedua tersangka mengaku sudah berulang kali menggelapkan barang,”ucap Kapolsek. Kasus ini dilaporkan ke Polsek Kuta, oleh pihak perusahaan diwakili I Made Manahara (40) tinggal di Jalan Nuansa Barat III/14 Taman Griya Jimbaran, pada 3 Mei lalu.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2181 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2009 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1923 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1785 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun