Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Petani Salak Cenderung Pakai Biji Ketimbang Cangkok
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Upaya pengembangbiakan tanaman salak dengan teknologi pencangkokan yang diprogramkan pihak Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali beberapa tahun lalu, ternyata belum mampu membantu petani salak.
Petani salak di Desa Sibetan, Kalanganyar dan sebagian wilayah Kecamatan Selat, saat beritabali.com temui mengaku ogah terapkan ilmu dari BPTP dan lebih memilih perbanyakan lewat biji, ketimbang system cangkok, seperti yang disarankan oleh pihak BPTP.
Alasannya, pembibitan biji tumbuhnya lebih stabil ketimbang cangkok dan hasilnya pun bisa sampai 7 kilogram per tanaman saat musim panen. Salah seorang petani salak, I Made Windia mengaku kalau disekitar desanya sempat menerapkan
system cangkok pada pol-nya. Akan tetapi umur tanaman salak seperti itu cepat mati, sebelum sempat berbuah, karena daunnya menguning.
Diakuinya, pembibitan dengan metode biji, membutuhkan waktu cukup lama dibanding cangkok. Hanya saja, hasilnya lebih baik dan juga lebih banyak.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5937 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4653 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan