Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Petani Salak Cenderung Pakai Biji Ketimbang Cangkok
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Upaya pengembangbiakan tanaman salak dengan teknologi pencangkokan yang diprogramkan pihak Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali beberapa tahun lalu, ternyata belum mampu membantu petani salak.
Petani salak di Desa Sibetan, Kalanganyar dan sebagian wilayah Kecamatan Selat, saat beritabali.com temui mengaku ogah terapkan ilmu dari BPTP dan lebih memilih perbanyakan lewat biji, ketimbang system cangkok, seperti yang disarankan oleh pihak BPTP.
Alasannya, pembibitan biji tumbuhnya lebih stabil ketimbang cangkok dan hasilnya pun bisa sampai 7 kilogram per tanaman saat musim panen. Salah seorang petani salak, I Made Windia mengaku kalau disekitar desanya sempat menerapkan
system cangkok pada pol-nya. Akan tetapi umur tanaman salak seperti itu cepat mati, sebelum sempat berbuah, karena daunnya menguning.
Diakuinya, pembibitan dengan metode biji, membutuhkan waktu cukup lama dibanding cangkok. Hanya saja, hasilnya lebih baik dan juga lebih banyak.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3759 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1694 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang