Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Petani Salak Cenderung Pakai Biji Ketimbang Cangkok
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Upaya pengembangbiakan tanaman salak dengan teknologi pencangkokan yang diprogramkan pihak Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali beberapa tahun lalu, ternyata belum mampu membantu petani salak.
Petani salak di Desa Sibetan, Kalanganyar dan sebagian wilayah Kecamatan Selat, saat beritabali.com temui mengaku ogah terapkan ilmu dari BPTP dan lebih memilih perbanyakan lewat biji, ketimbang system cangkok, seperti yang disarankan oleh pihak BPTP.
Alasannya, pembibitan biji tumbuhnya lebih stabil ketimbang cangkok dan hasilnya pun bisa sampai 7 kilogram per tanaman saat musim panen. Salah seorang petani salak, I Made Windia mengaku kalau disekitar desanya sempat menerapkan
system cangkok pada pol-nya. Akan tetapi umur tanaman salak seperti itu cepat mati, sebelum sempat berbuah, karena daunnya menguning.
Diakuinya, pembibitan dengan metode biji, membutuhkan waktu cukup lama dibanding cangkok. Hanya saja, hasilnya lebih baik dan juga lebih banyak.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan