Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 20 Juni 2026
KM Budi Jaya 2 Ludes Terbakar
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pelabuhan Benoa, Minggu (14/6) digegerkan dengan terbakarnya Kapal Motor (KM) Budi Jaya 2 di Dermaga Barat Benoa. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun terbakarnya kapal tersebut nyaris membakar kapal lain. Terbakarnya KM Budi Jaya 2 hingga kini belum diketahui penyebabnya. Meski demikian, saksi mata mengatakan, peristiwa terbakarnya kapal sekitar pukul 13.30 Wita.
“Api cepat membesar di kapal,” beber sumber di lokasi.
Cepatnya kobaran api melahap isi kapal dan menyebabkan, dek bagian atas hampir ludes. Beberapa barang berharga serta sejumlah peralatan seperti jaring, ikut ludes, tidak ada yang tersisa. Beruntung, 30 menit kemudian api dapat dipadamkan oleh beberapa unit mobil pemadam yang berada di Benoa.
Untuk menghindari terbakarnya kapal lain, sesaat kemudian, kapal senilai Rp 1 miliar lebih itu kemudian dipindah ke tengah laut sekitar 200 meter dari dermaga. Di lokasi kejadian sejumlah personel KP3 Laut Benoa, ikut mengamankan lokasi. Tampak Kapolsek KP3 Laut Benoa AKP Suinaci. Disela sela pemadaman api, Kapolsek mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan penyebab terbakarnya kapal tersebut.
“Penyebabnya belum kita ketahui. Masih dilakukan penyelidikan,” katanya. Dikatakannya, dari keterangan anak buah kapal KM Budi Jaya 2, saat kapal terbakar, hanya ada 2 ABK. Yakni Panjan dan Reno,
“Mereka dibawah sedang menguras air. Terbakarnya di atas,” ungkap mantan Kapolsek Kediri Tabanan ini, Minggu (14/6).
Menurut mantan Waka Polsek Denbar ini, saat terbakar ABK lainnya sedang keluar. Beberapa ABK yang ditemui di lokasi peristiwa juga mengaku tidak tahu menahu penyebab kebakaran tersebut. Mereka juga mengaku, tidak ada yang memasak di dalam kapal.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun