Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 30 Juni 2026
Gara-Gara Puntung Rokok, Pabrik Spon Nyaris Ludes
Negara
Senin, 3 Agustus 2009,
16:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Gara-gara puntung rokok yang dibuang sembarangan, bekas gudang spon di Baluk, Negara nyaris ludes terbakar, Senin (3/8) siang. Pasalnya, puntung rokok yang dibuang dalam timbunan sabut kelapa yang terletak di samping bangunan tersebut memicu kobaran api yang nyaris menghanguskan bangunan tersebut.
Dari pantauan di lokasi kebakaran, angin yang berhembus cukup kencang membuat api melalap sabut kelapa yang jumlahnya sangat banyak dengan cepat. Bahkan secara perlahan, kobaran api mendekati bangunan bekas pabrik spon yang didalamnya masih terdapat mesin-mesin pencetakan spon.
Menurut penuturan dari Gusti Kade Suteja, penjaga bangunan tersebut terungkap sabut kelapa yang batal dijual ke orang Belanda itu dipesan oleh seseorang untuk campuran pembuatan batu bata. “Sekitar pukul sebelas siang, ada mobil datang mengambil sabut kelapa itu. Dugaan saya, salah satu dari mereka membuang puntung rokok dalam tumpukan sabut kelapa tersebut. Sayangnya saya tidak catat plat mobilnya tapi saya ingat orangnya,†terangnya.
Sebelum istirahat makan, Suteja mengaku sempat mengecek situasi dan tidak menemukan adanya puntung rokok. Namun, selang beberapa menit kemudian, Suteja melihat tiba-tiba api sudah besar dan cepat sekali merambat. “Saat saya cek, mungkin puntung rokok tersembunyi di dalam timbunan sehingga tidak kelihatan, padahal saya sudah cek,†paparnya.
Melihat kobaran api yang cukup besar, Suteja bergegas menghubungi pemadam kebakaran. Beberapa menit kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi. Setelah berjuang selama satu jam, akhirnya api berhasil dipadamkan.
Sejatinya, kata Suteja, pabrik seluas 170 are tersebut, tahun lalu pernah mengalami kebakaran serupa ketika pabrik tersebut masih beroperasi. “Ini kejadian yang kedua kalinya. Dulu saat pabrik masih beroperasi juga terjadi kebakaran. Ini tinggal sisanya, sering diminta warga untuk membuat campuran bata,†ujarnya.
Kasi Pemadam Kebakaran, I Nengah Norten yang ditemui di TKP mengatakan api dapat dipadamkan dengan tiga mobil pemadam. “Syukurlah, api tidak sampai menjalar ke bangunan pabrik lantaran api telah dapat dikuasai oleh petugas. Tidak ada korban dalam kebakaran ini. Hanya tumpukan sabut kepala seluas lima hektar yang ludes terbakar,†tandasnya. (dey)
Dari pantauan di lokasi kebakaran, angin yang berhembus cukup kencang membuat api melalap sabut kelapa yang jumlahnya sangat banyak dengan cepat. Bahkan secara perlahan, kobaran api mendekati bangunan bekas pabrik spon yang didalamnya masih terdapat mesin-mesin pencetakan spon.
Menurut penuturan dari Gusti Kade Suteja, penjaga bangunan tersebut terungkap sabut kelapa yang batal dijual ke orang Belanda itu dipesan oleh seseorang untuk campuran pembuatan batu bata. “Sekitar pukul sebelas siang, ada mobil datang mengambil sabut kelapa itu. Dugaan saya, salah satu dari mereka membuang puntung rokok dalam tumpukan sabut kelapa tersebut. Sayangnya saya tidak catat plat mobilnya tapi saya ingat orangnya,†terangnya.
Sebelum istirahat makan, Suteja mengaku sempat mengecek situasi dan tidak menemukan adanya puntung rokok. Namun, selang beberapa menit kemudian, Suteja melihat tiba-tiba api sudah besar dan cepat sekali merambat. “Saat saya cek, mungkin puntung rokok tersembunyi di dalam timbunan sehingga tidak kelihatan, padahal saya sudah cek,†paparnya.
Melihat kobaran api yang cukup besar, Suteja bergegas menghubungi pemadam kebakaran. Beberapa menit kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi. Setelah berjuang selama satu jam, akhirnya api berhasil dipadamkan.
Sejatinya, kata Suteja, pabrik seluas 170 are tersebut, tahun lalu pernah mengalami kebakaran serupa ketika pabrik tersebut masih beroperasi. “Ini kejadian yang kedua kalinya. Dulu saat pabrik masih beroperasi juga terjadi kebakaran. Ini tinggal sisanya, sering diminta warga untuk membuat campuran bata,†ujarnya.
Kasi Pemadam Kebakaran, I Nengah Norten yang ditemui di TKP mengatakan api dapat dipadamkan dengan tiga mobil pemadam. “Syukurlah, api tidak sampai menjalar ke bangunan pabrik lantaran api telah dapat dikuasai oleh petugas. Tidak ada korban dalam kebakaran ini. Hanya tumpukan sabut kepala seluas lima hektar yang ludes terbakar,†tandasnya. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026