Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Duktang “Main Mata†Dengan Tukang Ojek
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Terciduknya 18 penduduk pendatang (duktang) dalam operasi gabungan yang digelar Pemkab Jembrana bersama aparat Kepolisian dan TNI, Selasa (18/8) membuktikan kalau Pos Pemeriksaan KTP di Gilimanuk masih lemah.
Kejadian lolosnya duktang tersebut bukanlah yang pertama kalinya. Disinyalir, selain karena pemeriksaan KTP di Gilimanuk masih lemah juga disinyalir sopir dan pengurus bus ada “main mata” dengan tukang ojek untuk meloloskan penumpang yang identitasnya bermasalah.
Setidaknya hal tersebut dari pengakuan Selamet Riyadi saat dimintai keterangannya Selasa (18/8) kemarin. Selamet mengaku selamat lolos dari pos pemeriksaan KTP Gilimanuk dengan memanfaatkan jasa tukang ojek yang berkeliaran di Pelabuhan Gilimanuk.
“Begitu bus yang saya tumpangi sandar di pelabuhan, saya turun duluan lalu saya cari ojek untuk melewati pos pemeriksaan KTP. Nanti saya naik lagi ke bus yang telah menunggu saya di luar areal pemeriksaan,” ujar pria yang mengaku menumpang bus AKAP Dahlia Indah jurusan Kediri (Jatim)-Denpasar ini.
Selain memanfaatkan jasa ojek, duktang illegal juga sering menumpang truk lantaran sudah tahu kalau penumpang truk tersebut tidak diperiksa identitasnya di Pos Pemeriksaan KTP Gilimanuk.
Dari pengamatan di Pos Pemeriksaan KTP Gilimanuk, Rabu (19/8), para petugas tampak kewalahan memeriksa identitas pendatang, utamanya saat kapal bongkar muatan, karena minimnya fasilitas yang ada. Di pos tersebut, hanya satu scanner yang berfungsi dengan kapasitas 10 KTP sehingga petugas lainnya terpaksa melakukan pemeriksaan secara manual.
Kepala Dinas Pendaftaran Penduduk, Tenaga Kerja dan Catatan Sipil, IGP Sudhiarsa ketika dikonfirmasi, Rabu (19/8) mengakui kalau keterbatasan personil membuat pemeriksaan KTP di Gilimanuk sedikit tersendat.
Menurutnya saat ini ada 24 personil yang dilibatkan yang terbagi dalam 3 shift. “Masing-masing shift 8 personil dengan rincian 3 orang PNS, 2 orang Pol PP, 1 orang tentara, 1 orang polisi, dan 1 orang LSM,” terangnya.
Sudhiarsa menambahkan dari hasil evaluasi yang dilakukan, pihaknya akan mengusulkan pola baru dalam pemeriksaan di Pos KTP Gilimanuk sehingga bisa berjalan lebih efektif.
“Nanti kami akan usulkan pola baru. Personilnya juga akan kami tambah. Kami juga akan awasi petugas di pos KTP agar jangan sampai melanggar,” jelasnya.
Kapolres Jembrana AKBP Ketut Suardana ketika dikonfirmasi terpisah, Rabu (19/8) mengkui kalau sarana dan prasarana yang ada di Gilimanuk perlu ditingkatkan.
“Dengan personil yang terbatas perlu penambahan sarana dan prasarana. Bahkan kalau perlu disediakan juga X-Ray sehingga pemeriksaan lebih efektif karena dengan personil terbatas, tidak mungkin menggeledah semua isi truk yang tertutup,” katanya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5977 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4665 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan