Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dibantai Pria Bercadar, Pasutri Sekarat

Beritabali.com, Denpasar

Rabu, 30 September 2009, 20:39 WITA Follow
Beritabali.com

ilustrasi/google

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Tindak kriminal di metro Denpasar kian menjadi jadi. Kasus mengenaskan terjadi, pada Rabu (30/9) dinihari, dialami pasangan suami istri (pasutri) yang tinggal di UD Dana Merta di Jalan Cokroaminoto Gg Katalia nomor 7 Denpasar. Kedua pasutri itu sekarat setelah dibacok pria bercadar.


Pasutri yang kini sekarat dan dirawat di RSU Wangaya Denpasar itu, adalah Amin (35) dan Sariyem (35). Keduanya bekerja sebagai karyawan di UD. Dana Merta, sebagai perusahaan pembuat kusen dan mini market itu.



Tak hanya pasutri yang sekarat, tapi salah seorang saudaranya bernama Paisol (35) ikut dibantai yang diduga pelaku tunggal.

Pembacokan itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 Wita, saat ketiga korban sedang tertidur di kamarnya masing – masing. Belum diketahui darimana masuknya pelaku kedalam kamar. Yang jelas, pelaku sudah ada di dalam kamar dan langsung mengamuk membabi-buta.



“Pelaku menyelinap masuk ke mess korban yang kebetulan jadi satu dengan tempatnya bekerja,” kata sumber, Rabu (30/9).

Yang menjadi korban pembacokan awal adalah Paisol. Sebab, kamar Paisol sangat dekat dengan pintu depan.

Tak mau menunggu lama, pelaku langsung bertindak brutal, mencekik leher korban. Sadar dirinya terancam, Paisol mencoba berontak dan pelaku pun emosi.

Pelaku mengeluarkan golok dan secepat kilat membabat dada, punggung dan batok kepala korban dengan sejumlah bacokan. Bahkan, jari jemari korban nyaris putus akibat sambaran golok pelaku.

Setelah Paisol terkapar bermandikan darah, pelaku masuk ke kamar pasutri tersebut.

Tak lama, pelaku membacok pasutri itu saat tertidur pulas. Sabetan demi sabetan bersarang di tubuh pasutri asal Malang itu.


Tak ayal, Amin punggungnya terlihat terbuka menganga berikut pipi serta tangan kanan robek. Sedangkan istrinya, Sariyem mengalami luka bacok di bagian dahi, tangan kiri dan jemari tangan.

Nasib baik berpihak kepada anak mereka yang tidur bersama sama didalam kamar. Pelaku tidak ikut membantai anak korban.

Setelah puas melampiaskan emosi, pelaku kabur meninggalkan pasutri dengan kondisi berlumuran darah.

Kasus ini baru diketahui, setelah karyawan setempat mendengar teriakan minta tolong dari dalam kamar pasutri itu. Sayang seribu sayang, saat warga dan karyawan datang, pelaku keburu menghilang di tengah kegelapan.

Sementara itu, melihat rekannya bermandikan darah, karyawan melarikannya ke RSU Wangaya Denpasar.

Belum diketahui motif pembacokan yang dilakukan pelaku terhadap tiga korban. Uniknya, tidak ada harta benda korban yang hilang. Pelaku diduga hanya mengincar nyawa korban.

Tersiar kabar, kasus ini diduga karena dendam kesumat pelaku yang diperkirakan mantan karyawan setempat.

Pelaku diduga dendam terhadap korban, karena korban dekat dengan bos perusahaan. Sehingga, korban di tuding sebagai sumber malapetaka, dirinya dipecat dari pekerjaan. (spy)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami