Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dibantai Pria Bercadar, Pasutri Sekarat
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tindak kriminal di metro Denpasar kian menjadi jadi. Kasus mengenaskan terjadi, pada Rabu (30/9) dinihari, dialami pasangan suami istri (pasutri) yang tinggal di UD Dana Merta di Jalan Cokroaminoto Gg Katalia nomor 7 Denpasar. Kedua pasutri itu sekarat setelah dibacok pria bercadar.
Pasutri yang kini sekarat dan dirawat di RSU Wangaya Denpasar itu, adalah Amin (35) dan Sariyem (35). Keduanya bekerja sebagai karyawan di UD. Dana Merta, sebagai perusahaan pembuat kusen dan mini market itu.
Tak hanya pasutri yang sekarat, tapi salah seorang saudaranya bernama Paisol (35) ikut dibantai yang diduga pelaku tunggal.
Pembacokan itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 Wita, saat ketiga korban sedang tertidur di kamarnya masing – masing. Belum diketahui darimana masuknya pelaku kedalam kamar. Yang jelas, pelaku sudah ada di dalam kamar dan langsung mengamuk membabi-buta.
“Pelaku menyelinap masuk ke mess korban yang kebetulan jadi satu dengan tempatnya bekerja,” kata sumber, Rabu (30/9).
Yang menjadi korban pembacokan awal adalah Paisol. Sebab, kamar Paisol sangat dekat dengan pintu depan.
Tak mau menunggu lama, pelaku langsung bertindak brutal, mencekik leher korban. Sadar dirinya terancam, Paisol mencoba berontak dan pelaku pun emosi.
Pelaku mengeluarkan golok dan secepat kilat membabat dada, punggung dan batok kepala korban dengan sejumlah bacokan. Bahkan, jari jemari korban nyaris putus akibat sambaran golok pelaku.
Setelah Paisol terkapar bermandikan darah, pelaku masuk ke kamar pasutri tersebut.
Tak lama, pelaku membacok pasutri itu saat tertidur pulas. Sabetan demi sabetan bersarang di tubuh pasutri asal Malang itu.
Tak ayal, Amin punggungnya terlihat terbuka menganga berikut pipi serta tangan kanan robek. Sedangkan istrinya, Sariyem mengalami luka bacok di bagian dahi, tangan kiri dan jemari tangan.
Nasib baik berpihak kepada anak mereka yang tidur bersama sama didalam kamar. Pelaku tidak ikut membantai anak korban.
Setelah puas melampiaskan emosi, pelaku kabur meninggalkan pasutri dengan kondisi berlumuran darah.
Kasus ini baru diketahui, setelah karyawan setempat mendengar teriakan minta tolong dari dalam kamar pasutri itu. Sayang seribu sayang, saat warga dan karyawan datang, pelaku keburu menghilang di tengah kegelapan.
Sementara itu, melihat rekannya bermandikan darah, karyawan melarikannya ke RSU Wangaya Denpasar.
Belum diketahui motif pembacokan yang dilakukan pelaku terhadap tiga korban. Uniknya, tidak ada harta benda korban yang hilang. Pelaku diduga hanya mengincar nyawa korban.
Tersiar kabar, kasus ini diduga karena dendam kesumat pelaku yang diperkirakan mantan karyawan setempat.
Pelaku diduga dendam terhadap korban, karena korban dekat dengan bos perusahaan. Sehingga, korban di tuding sebagai sumber malapetaka, dirinya dipecat dari pekerjaan. (spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5904 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan