Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tegur Cewek Cafe, Oknum TNI Main Kepruk

Beritabali.com, Negara

Selasa, 6 Oktober 2009, 15:00 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Gara-gara cewek kafe yang diboncengnya ditegur oleh Kadek Yogi Suartawan (35), seorang oknum TNI tega menganiaya warga Banjar Munduk Kendung, Berangbang, Jembrana tersebut. Akibatnya, Yogi babak belur dihujani bogem mentah dari oknum TNI anggota Kompi Raiders 900 Jembrana.


Dari informasi yang dihimpun, Selasa (6/10), penganiayaan yang di Pasar Senggol Negara tersebut berawal ketika Yogi yang sedang asyik makan bakso di sebuah rombong menegur seorang cewek kafe yang datang dengan dibonceng oleh oknum TNI tersebut.



Selain membonceng cewek kafe, tentara itu juga membonceng temannya sesama tentara, ujar. Karena merasa kenal dengan cewek kafe yang belakangan diketahui bernama Fitri itu, bapak dua orang anak ini lalu menegurnya. Eh Fit, darimana kamu, ayuk makan yuk, aku yang traktir, kata Yogi menirukan kembali ucapannya.


Diduga lantaran cemburu karena cewek kafe yang diboncengnya ditegur oleh orang yang tidak dikenalnya, oknum TNI itu berang. Eh, kenapa nanya-nanya cewek aku kata Yogi menirukan ucapan oknum TNI tersebut.

Imbuh Yogi, tanpa basa basi, oknum TNI itu melayangkan bogem mentah ke bagian mata sebelah kiri hingga bengkak dan memerah. Lalu baju saya dipegang dan mulut saya dihajar berkali-kali, katanya.

Lantaran merasa terancam, Yogi mengaku sempat menyelamatkan diri dengan berlari meninggalkan pasar senggol tersebut. Setelah lari, saya baru ingat kalau teman saya masih di sana (pasar senggol) dan saya tidak bawa motor. Lalu saya balik lagi untuk mencari teman saya, terangnya.

Saat ingin mencari temannya itu, Yogi mengaku kembali menerima bogem mentah dari oknum TNI tersebut.

Saya dipegang lalu dipukul di leher. Malah saya sempat diseret ke markasnya dan dianiaya lagi di tempat itu hingga wajah saya bengkak dan gigi saya goyang, terangnya. Tidak terima dengan penganiayaan itu, lalu Yogi melaporkannya ke Polres Jembrana.


Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Ketut Suparta seijin Kapolres Jembrana AKBP Ketut Suardana ketika dikonfirmasi, Selasa (6/10) membenarkan adanya laporan penganiayaan tersebut. Kami masih dalam tahap pengembangan dengan melakukan penyelidikan, pungkasnya. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami