Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Kapoltabes : Tinggal Satu Bukti Lagi Jerat Otak Pelaku
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Jajaran Reskrim Poltabes Denpasar tidak mempersoalkan bantahan Aris Sugiarto yang mengaku tidak terlibat dalam pembunuhan pasangan pengantin baru, Fenny Maria Suliyanto (27) dan Sugianto Salim (30), pengelola toko sepatu Sejahtera di Jalan Dr. Wahidin 47B Denpasar.
Demikian ditegaskan Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Gde Alit Widana di sela-sela temu pers akhir tahun dengan wartawan di Denpasar, Selasa (29/12).
Kapoltabes mengatakan, tidak menjadi persoalan jika Arif Sugiarto membantah terlibat pembunuhan pengantin baru. Meski demikian katanya, kepolisian tidak akan menyerah dan akan terus melakukan pengusutan.
Diterangkannya, dari dua tersangka yang ditangkap, sudah terbukti melakukan pembunuhan. Namun disisi lain, polisi belum bisa membuktikan keterlibatan pelaku utama itu.
Dua tersangka sudah menunjuk pelaku utamanya adalah si A (arif), tapi kita belum cukup bukti,urainya.
Kata Kapoltabes, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan terkait kasus ini. Dari hasil koordinasi, pihak Kejaksaan meminta polisi harus menemukan 1 alat bukti lagi, guna memenuhi unsur itu.
Oleh karena itulah, tuturnya, pihak Poltabes Denpasar meminta kerjasama cyber crime untuk mencari rangkaian keterlibatan otak pelaku.
Kita butuh teknologi cyber crime untuk mengungkap rangkaian keterlibatan otak pelaku,ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan para pelaku, muncul pengakuan terbaru bahwa, para pelaku yang ditangkap dan diburon, adalah orang orang rekrutan.
Dua diantaranya direkrut dari karyawan toko sepatu Sejahtera dan tiga pelaku lain di rekrut dari luar.
Tewasnya Sugianto dan Fenny, pasangan pengantin baru pengelola toko sepatu Sejahtera yang terletak di Jalan Dr. Wahidin nomor 47B Denpasar, menyeret tersangka Muhamad Fahrudin alias Fahrus.
Tersangka yang ditangkap pada Minggu (20/12) di Dompu, NTB, mengaku pembunuhan itu dilakukan bersama rekannya Agus, yang bekerja di toko.
Setelah Agus ditangkap di kawasan Cokroaminoto Denpasar, Agus bernyanyi dan mengatakan masih ada pelaku lain yang terlibat dalam pembunuhan itu.
Tiga pelaku bertindak sebagai eksekutor, dari 3 lainnya menunggu di depan toko dengan mengendarai mobil Kijang Inova biru.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2035 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun