Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Digigit Tikus, Koming Meninggal Dunia
BeritaBali.com, Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Ni Nyoman Koming (46) warga Banjar Katimemes, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan meninggal dunia Kamis (14/1) sekitar pukul 13.00 Wita di RSUD Tabanan dengan gejala rabies. Sebelum meninggal Koming tidak pernah digigit anjing atau binatang lain penyebab rabies. Korban hanya sempat digigit tikus dua bulan lalu di rumahnya.
“Gejala klinis sebelum korban meninggal, takut kena kipas angin dan takut pada air, mirip dengan pasien suspect rabies,” jelas dr Gede Sudiartha sekretaris Rabies Center RSUD Tabanan.
Dikatakanya, korban datang ke RSUD Tabanan Rabu (13/1) malam. Saat itu korban mengeluh penyakit kencing manisnya kambuh.
Korban kemudian dirawat di Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD Tabanan, korban selanjutnya dipindahkan ke Sal Dahlia. Saat dirawat di sal Dahlia inilah korban menunjukan gejala seperti gejala rabies.
Korban sempat minta minum kepada keluarganya namun setelah dibawakan air korban ketakutan dengan air. Korban juga takut dengan cahaya dan angin.
“Saat tubuhnya terkena kipas angin, pasien malah ketakutan. Dari situ, kami menduga seperti gejala rabies, dan selanjutnya kami pindahkan ke ruang isolasi Flamboyan,” terang dr Sudiartha.
Bedasarkan gejala tersebut, korban sempat ditanya apakah pernah digigit anjing. Namun korban mengaku tidak pernah digigit anjing. Korban mengaku hanya pernah digigit tikus dua bulan lalu.
Saat menjalani perawatan di ruang isolasi itulah korban akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 13.00 Wita, Kamis (14/1). Guna memastikan penyebab kematian korban, pihak rumah sakit kemudian memeriksakan saliva (air liur) korban ke Lab Biomol Unud, Denpasar.
“Bila hasil lab positif, maka Koming adalah korban ke-13 akibat rabies di Tabanan,” jelasnya. Jenazah korban telah dibawa pulang ke rumah duka di Banjar Katimemes, Sudimara, Kecamatan Tabanan.
Kadis Peternakan Tabanan Ni Nyoman Rusmini meragukan kalau korban meninggal karena rabies. Karena menurutnya rabies bisa ditularkan oleh anjing, kera, dan kucing. Namun tidak menutup kemungkinan, karena menurut teori rabies dapat ditularkan melalui luka gigitan dan air liur dari binatang mamalia dan berbulu.
“Kasus di Indonesia 90 persen rebies disebabkan gigitan anjing. Sedangkan gigitan kera dan kucing sangat langka, apalagi gigitan tikus belum ada,” jelasnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2268 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan