Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kerugian Korban Capai Setengah Milyar

Beritabali.com, Denpasar

Rabu, 20 Januari 2010, 18:52 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Aksi penjahat cyber membobol rekening nasabah bank di Bali menimbulkan kerugian yang cukup besar. Dalam waktu dua hari saja, uang yang berhasil dibobol mencapai setengah milyar rupiah lebih. 

Data Humas Polda Bali dilaporkan, nasabah bank yang menjadi korban aksi pembobolan ini berdomisili di beberapa lokasi, seperti Kuta, Denpasar, Ubud serta Klungkung.

Korban pembobolan ini antara lain Nyoman Suremi (BNI) Rp 30 juta, Wayan Siplin (BNI), Rp 13,2 juta, Ike Nulaily (BCA) Rp 8,5 juta, Darko Kovacic asal Rusia (Bank permata) Rp 46 juta, Ketut Sri Wedari (BNI) Rp 30 juta.

Sementara korban BCA yang melapor ke Kuta adalah Robert Alan, USA, menderita kerugian Rp 55 juta, Richard Lewis (USA), Rp 18,5 juta, Suweca Rp 8,5 juta, Yudiyono Rp 35 juta, dan Lily Suryani Rp 145 juta.

Untuk di wilayah Ubud, Wayan Suparta (46) Banjar Nyuh Kuning Desa mas Ubud Gianyar.

Korban kehilangan uang, Selasa (19/01) di ATM Bank Permata, di Jalan Hanoman Padang Tegal Ubud Gianyar, sebesar Rp 11,5 juta. Di Klungkung adalah penyanyi Grace Simon yang mengaku menderita kerugian Rp 15 juta. Sementara laporan di Polda Bali yakni Bia Migirato asal Surabaya, menderita kerugian Rp 19 juta.

Menurut Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar, dari perhitungan sementara, kerugian korban mencapai setengah milyar lebih. Terhitung dari jumlah kerugian rupiah (Rp 434,3 juta) dan uang Dollar sebanyak US$ 2733 (milik Helena Brau Bou asal Spanyol). Pembobolan iterjadi di tiga Bank yakni BCA, BNI dan Permata, ada setengah milyar lebih termasuk dollar, ungkapnya.


Sugianyar menduga, para hacker ini satu jaringan antar pulau. Sebab, mereka bisa mencaplok uang dalam satu detik saat korbannya bertransaksi Dugaannya seperti itu, mereka satu jaringan antar pulau, masih kita selidiki dengan menurunkan tim Cyber Crime,”tegasnya, Rabu (20/01). 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami