Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Putu Hariantara Berharap Ibunya Cepat Pulang
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Putu Hariantara (17), putra tunggal Ni Made Sastri sangat berharap ibunya yang bekerja sebagai TKI di Mesir cepat pulang. Siswa kelas 2 SMA ini mengaku sangat mencemaskan kondisi ibunya karena situasi di belahan bumi tempat ibunya bekerja sedang tidak kondusif.
Di temui di rumah neneknya di Dusun Tunjung Dauh Marga, Delod Berawah, Mendoyo, Kamis (3/2) Hariantara mengisahkan sejak dirinya dan ibunya hidup terpisah dengan bapaknya, ibunyalah yang menjadi tunggang punggung keluarga.“Setahun lalu ibu pergi ke Mesir untuk dapat menghidupi kami,” kata siswa kelas 2 SMAN 2 Negara.
Saat menonton televisi yang menyiarkan berita krisis politik di Mesir, Putu mengaku ngeri dan khawatir terhadap keselamatan ibunya yang bekerja di sana, terlebih ketika dikabarkan kalau korban jiwa mulai berjatuhan.“Sejak saya tahu kalau di Mesir terjadi gejolak politik, saya berusaha menelepon ibu tapi selalu gagal. Mungkin karena jaringan telepon di sana terputus,” katanya.
Putu bersyukur kendati berbicara lewat telepon tidak bisa namun kiriman SMSnya bisa diterima oleh ibunya.“Lewat SMS saya tahu kalau kondisi ibu baik-baik saja,” ujarnya dengan wajah sendu.Menurut Putu, ibunya sudah berniat pulang ke Indonesia hanya saja masih belum ada pesawat.“Kata ibu, kondisinya ribut, tidak tenang, kalau tidur selalu cemas. Ibu ingin cepat-cepat pulang,” terangnya. Di Mesir, kata Putu, ibunya bekerja di sebuah hotel.
Sebelumnya ibu memang pernah kerja di Eropa sebagai TKI di hotel. Setelah dua tahun bekerja di Eropa, ibu berangkat lagi ke Mesir dan juga bekerja di hotel, katanya.Putu juga mengungkapkan, kendati kontrak kerja ibunya baru habis bulan Maret mendatang namun ibunya itu memilih meninggalkan Mesir karena situasinya tidak menentu dan dapat mengancam jiwanya.
Maret ini kontrak kerja ibu baru habis tapi karena seperti ini, ya kami ingin ibu cepat-cepat pulang, harapnya.Putu yang kini tinggal bersama neneknya dan dua sepupunya itu, hanya bisa berdoa, agar ibunya selamat dan bisa segera pulang.“Ya, setelah saya bisa SMSan dengan ibu, saya sedikit tenang apalagi katanya ibu baik-baik saja. Tapi saya tetap cemas karena situasi di sana masih belum kondusif. Saya sangat berharap agar ibu cepat pulang,” pintanya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 6978 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5613 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3517 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2372 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan