Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 6 Oktober 2026
Warga Tegalalang Pawai Ogoh-Ogoh Lebih Awal
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ribuan warga ikut serta dalam pawai obor dan ogoh-ogoh di Desa Pekraman Tegalalang Gianyar, Bali, Kamis (3/3/2011). Pawai ogoh-ogoh di desa ini dimajukan sehari dibanding biasanya untuk menghindari gesekan antar warga Desa Tegalalang dengan warga desa lainnya.
[pilihan-redaksi]
Sejak Kamis sore, ribuan warga sudah berkumpul di lapangan Desa Pekraman Tegalalang Gianyar. Ribuan warga yang datang untuk ikut pawai ogoh-ogoh ini berasal dari 7 banjar atau dusun yang ada di wilayah Desa Pekraman Tegalalang.
Selain mempersiapkan obor, warga mulai anak-anak hingga dewasa juga menyiapkan puluhan ogoh-ogoh atau patung tiga dimensi ukuran besar di lapangan. 23 ogoh-ogoh yang akan diarak dalam pawai ini semuanya berwujud menyeramkan.
Menjelang petang, pawai obor dan ogoh-ogoh pun dimulai. Dengan diriingi gambelan bleganjur, warga mulai mengarak patung ogoh-ogoh sepanjang jalan di wilayah Desa Pekraman Tegalalang.
Meski patung ogoh-ogoh rata-rata berukuran besar dan berat, namun warga tetap semangat untuk mengaraknya. Pawai obor dan ogoh-ogoh ini menjadi tontotan menarik bagi warga maupun para wisatawan yang sedang melintas di Tegalalang.
“Pawai ogoh-ogoh jelang Nyepi biasanya baru akan dilakukan sehari menjelang Nyepi atau di malam Pengrupukan. Namun dengan alasan untuk menjaga keamanan dan ketertiban, pawai ogoh-ogoh di Tegalalang Gianyar ini dimajukan sehari. Meski pawai ogoh-ogoh dimajukan, namun Pengrupukan tetap sehari sebelum Nyepi,” jelas Nyoman Darmawan, Camat Tegalalang.
Bagi masyarakat Bali, ogoh-ogoh merupakan karya seni berbentuk patung tiga dimensi yang dapat dipindah-pindahkan atau ditarikan secara ogah-ogah atau digoyang-goyangkan. Ogoh-ogoh kebanyakan dibuat dalam bentuk menyeramkan sebagai refleksi sifat-sifat negatif manusia seperti keserakahan, ketamakan, dan keangkaramurkaan, agar tidak mengganggu manusia dan alam semesta.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1389 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1208 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 629 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 546 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 517 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung