Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Rendah, Minat Investasi Saham Warga Bali
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Hasil Analisis Kustodian Sentral Efek Indonesia menunjukkan tingkat minat investasi saham pada masyarakat di Bali sangat rendah.
Dari 3,9 juta penduduk Bali, hanya sekitar 3.500 orang yang melakukan investasi di saham. Selain itu hanya sekitar 1.000 orang yang memiliki kartu akses dan hanya sekitar 300 orang yang aktif login dengan kartu akses.
Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan Usaha PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia Alec Syafruddin pada keteranganya di Denpasar (8/8/2011) menyatakan rendahnya minat masyarakat Bali untuk berinvestasi di saham terjadi, salah satunya akibat rendahnya pengetahuan masyarakat pada pasar modal
“Ternyata walau sudah paham untuk memulai investasi, menghubungi siapa? Kemudian brokernya bagaimana caranya ? kemudian dirasakan juga tidak semudah bisnis di perbankkan, walaupun itu sudah bisa diatasi juga , masih ada kekhawatiran, seperti pertanyaan investasi ini aman atau tidak?” papar Alec Syafruddin.
Alec Syafruddin menambahkan dari 3.500 orang Bali yang melakukan investasi di saham, sebagian besar nilai investasinya juga sangat kecil.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2931 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun