Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 26 Juni 2026
Bocah SD Tewas Dibunuh Pamannya
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Warga Banjar Dukuh Anyar di Jalan Gunung Karang Gang I Denpasar, pada Senin (22/08) sore dihebohkan dengan tewasnya seorang bocah bernama Ihsan yang masih duduk di bangku kelas 5 SD. Bocah malang itu tewas ditangan pamannya, Herman.
Tragisnya, korban tewas dibacok berulang kali menggunakan golok. Korban mengalami lima luka bacok di tubuhnya. Luka terparah terdapat di kepala bagian belakang.
Belum jelas apa motif pelaku menghabisi nyawa bocah malang tersebut. Namun yang jelas, sekitar pukul 17.00 korban sudah ditemukan dalam keadaan terkapar di sebuah warung yang kebetulan sedang tutup.
Selain Ihsan, nenek korban yang bernama Mega turut menjadi korban kekejian pelaku. Kabarnya luka yang dialami nenek korban cukup parah sehingga dia harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian mengaku tak tahu secara pasti apa yang melatari peristiwa berdarah ini. Apalagi sebelum kejadian korban sedang bermain layangan bersama teman-temannya.
“Saya nggak tahu bagaimana awal mulanya. Yang jelas tadinya anak itu (korban) lagi main layangan sama teman-temannya,” jelas seorang warga di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, ibu kandung korban yang bernama Irma tak kuasa menahan air matanya. Dia terlihat shock ketika jenazah anaknya dibawa ke Rumah Sakit Sanglah untuk diotopsi. Tak banyak yang dikatakan Irma saat dimintai keterangan oleh petugas Polsek Denpasar Barat (Denbar) yang terjun ke lokasi kejadian.
Kapolsek Denpasar Barat Dewa Made Adnyana membenarkan terjadinya kasus tersebut. Kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Polresta Denpasar. “Pelakunya sudah diamankan di Polresta,” ujar Kompol Dewa Adnyana.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun