Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Banyak Hotel Sembunyikan Sumur Bor Miliknya
badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pemerintah provinsi Bali didesak untuk melakukan pendataan ulang terhadap jumlah sumur bor yang dimiliki oleh perusahaan dan hotel-hotel di Bali. Apalagi saat ini cukup banyak tudingan yang menyebutkan, bahwa cukup banyak perusahaan dan hotel yang tidak memberikan data yang benar terkait jumlah sumur bor yang dimiliki, termasuk jumlah air tanah yang dimanfaatkan.
Direktur Yayasan Wisnu Made Suarnatha menyatakan seharusnya dengan mengetahui kualifikasi hotel atau usaha dan tingkat konsumsi air, maka tidak mungkin suatu hotel atau perusahaan mampu melakukan manipulasi jumlah sumur bor dan jumlah air yang digunakan.
“Kita pasti tahu, hotel melati dengan kamar seperti ini, rata-rata pemakaian pasti segini, bintang lima pemakaian pasti segini, kan hitung-hitungan seperti itu pasti kita bisa kalkulasi. Itu yang tidak ada, sehingga hotel mengatakan kami hanya punya satu sumur, yang tiga disembunyikan, jadinya akan data yang tersebumnyi dan dampaknya menjadi akumulatif,” tutur Made Suarnatha.
Suarnatha juga menilai kebijakan pemerintah provinsi Bali untuk menaikkan restribusi air tanah menjadi 1000 kali lipat sangat sulit diimplementasikan. Kebijakan ini justru akan menyebabkan hotel dan perusahaan akan semakin menyembunyikan jumlah sumur bor yang dimiliki.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan