Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kombinasikan SAR dan
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Nama Kepala Kantor SAR Denpasar, I Ketut Parwa, menjadi nama yang paling sering disebut dalam peristiwa tenggelamnya kapal motor Sri Murah Rejeki di perairan Nusa Lembongan Klungkung 21 September lalu. Selama pencarian korban, selain menjalankan prosedur tetap penyelamatan Search and Rescue (SAR), Parwa juga menerapkan cara metode 'Sarkun'. Apa itu?
Cara 'Sarkun' ini mulai dilakukan Parwa setelah upaya pencarian korban pada hari ketiga belum membuahkan hasil. Saat itu, dari total 35 orang penumpang, baru 11 korban tewas yang berhasil ditemukan. 13 korban lainnya masih hilang misterius. Sementara 11 penumpang selamat sudah kembali ke rumah masing-masing di Pulau Nusa Penida.
"Upaya 'Sarkun' ini saya lakukan karena biasanya jenazah korban tenggelam sudah muncul 2 atau 3 hari setelah tenggelam. Tapi ini hingga hari ketujuh, jenazah 13 korban yang hilang belum juga muncul ke permukaan, bahkan udeng (ikat kepala) nya saja tidak muncul ke permukaan. Ini menjadi tanda tanya bagi kita," kata Parwa.
'Sarkun' yang dimaksud Parwa adalah bertanya pada paranormal atau dukun di Bali. Meski terkesan kurang rasional dan kurang bisa diterima akal sehat, namun Parwa meyakini ini harus dilakukan, karena di Bali memang masih ada kepercayaan seperti itu.
"Saya sebenarnya malu mengatakan, tapi ini memang harus kita lakukan, percaya tidak percaya, dalam beberapa kasus pencarian korban yang pernah saya lakukan, hal ini (sarkun) terbukti berhasil," ujarnya.
Dari 'Sarkun' yang dilakukan Parwa, ia memperoleh petunjuk dari paranormal bahwa para korban tenggelamnya kapal Sri Murah Rejeki, masih berada di palung laut sekitar lokasi kejadian, belum bisa muncul ke permukaan karena masih 'dipegang' oleh penguasa alam gaib di wilayah perairan tersebut.
Arti kata 'Sarkun' sendiri tidak jelas. Ada yang mengatakan 'Sarkun' berarti 'SAR dukun', ada juga yang bilang 'Sarkun' itu kepanjangan dari 'saran dukun'.
Meski sudah mengkombinasikan antara pencarian tim SAR darat, laut, dan udara serta 'Sarkun' atau saran dukun, namun hingga akhir operasi SAR di hari ke-7, 13 korban yang hilang belum berhasil ditemukan.
"Saya mohon maaf kepada masyarakat, khususnya kepada para keluarga korban karena kami tim SAR belum berhasil menemukan 13 korban yang hilang. Kami mohon maaf, kami sudah berusaha dengan maksimal," kata Parwa.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan