Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Kombinasikan SAR dan
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Nama Kepala Kantor SAR Denpasar, I Ketut Parwa, menjadi nama yang paling sering disebut dalam peristiwa tenggelamnya kapal motor Sri Murah Rejeki di perairan Nusa Lembongan Klungkung 21 September lalu. Selama pencarian korban, selain menjalankan prosedur tetap penyelamatan Search and Rescue (SAR), Parwa juga menerapkan cara metode 'Sarkun'. Apa itu?
Cara 'Sarkun' ini mulai dilakukan Parwa setelah upaya pencarian korban pada hari ketiga belum membuahkan hasil. Saat itu, dari total 35 orang penumpang, baru 11 korban tewas yang berhasil ditemukan. 13 korban lainnya masih hilang misterius. Sementara 11 penumpang selamat sudah kembali ke rumah masing-masing di Pulau Nusa Penida.
"Upaya 'Sarkun' ini saya lakukan karena biasanya jenazah korban tenggelam sudah muncul 2 atau 3 hari setelah tenggelam. Tapi ini hingga hari ketujuh, jenazah 13 korban yang hilang belum juga muncul ke permukaan, bahkan udeng (ikat kepala) nya saja tidak muncul ke permukaan. Ini menjadi tanda tanya bagi kita," kata Parwa.
'Sarkun' yang dimaksud Parwa adalah bertanya pada paranormal atau dukun di Bali. Meski terkesan kurang rasional dan kurang bisa diterima akal sehat, namun Parwa meyakini ini harus dilakukan, karena di Bali memang masih ada kepercayaan seperti itu.
"Saya sebenarnya malu mengatakan, tapi ini memang harus kita lakukan, percaya tidak percaya, dalam beberapa kasus pencarian korban yang pernah saya lakukan, hal ini (sarkun) terbukti berhasil," ujarnya.
Dari 'Sarkun' yang dilakukan Parwa, ia memperoleh petunjuk dari paranormal bahwa para korban tenggelamnya kapal Sri Murah Rejeki, masih berada di palung laut sekitar lokasi kejadian, belum bisa muncul ke permukaan karena masih 'dipegang' oleh penguasa alam gaib di wilayah perairan tersebut.
Arti kata 'Sarkun' sendiri tidak jelas. Ada yang mengatakan 'Sarkun' berarti 'SAR dukun', ada juga yang bilang 'Sarkun' itu kepanjangan dari 'saran dukun'.
Meski sudah mengkombinasikan antara pencarian tim SAR darat, laut, dan udara serta 'Sarkun' atau saran dukun, namun hingga akhir operasi SAR di hari ke-7, 13 korban yang hilang belum berhasil ditemukan.
"Saya mohon maaf kepada masyarakat, khususnya kepada para keluarga korban karena kami tim SAR belum berhasil menemukan 13 korban yang hilang. Kami mohon maaf, kami sudah berusaha dengan maksimal," kata Parwa.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan