Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Bandara Ngurah Rai Ditargetkan Mampu Tampung 25 Juta Penumpang
BERITABALI.COM, DENPASAR.
PT. Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai Bali menargetkan bahwa pengembangan dan renovasi terhadap Bandara Internasional Ngurah Rai saat ini, kedepannya akan mampu menampung hingga 25 juta penumpang per tahun. Berdasarkan data PT. Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai Bali menunjukkan bahwa saat ini Bandara Ngurah Rai telah mengalami over kapasitas.
General Manager Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai Bali Purwanto pada keteranganya saat dialog pariwisata di Renon, Selasa (7/2/2012) menyatakan jumlah penumpang yang melewati Bandara Ngurah Rai Bali pada 2011 lalu telah mencapai 12,7 juta orang, sedangkan kapasitas bandara hanya 12 juta orang per tahun. Belum lagi saat ini luas kawasan Bandara Ngurah Rai sangat terbatas yaitu hanya 294 hektar.
“Sehingga menjadi kesulitan yang luar biasa bagi kita karena di atas lahan yang relatif sempit, kita hanya punya lahan 294 hektar, dan memang idealnya 1000 hektar kalau dua run way, ini lahannya ini sangat sempit,” ujar Purwanto.
Purwanto menambahkan dengan keterbatasan Bandara Ngurah Rai, sudah waktunya Balimembangun bandara baru. Belum lagi ke depan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali akan menjadi dua kali lipat.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2524 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2016 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1945 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1796 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun