Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Bandar Ratusan Butir Ekstasi Diciduk
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Aparat kepolisian Polresta Denpasar mengamankan 24 paket narkoba berisi 589, 5 butir ekstasi dari tangan seorang lelaki bernama Novi Ardo (31) di Jalan Tukad Petanu gang Kuntul nomor 1 Panjer, Denpasar, pada Selasa (21/22012).
Menurut Kasubag Humas Polresta Denpasar AKP IB Sarjana, tersangka Novi Ardo ditangkap atas kerjasama polisi dengan masyarakat terkait yang menyebutkan adanya peredaran narkoba di kosan tersangka Novi Ardo di Jalan Tukad Petanu Gang Kuntul nomor W Panjer Denpasar. Menerima laporan dari masyarakat tim unit II dipimpin Djoko Hariadi melakukan pemantauan selama dua pekan dan langsung menggerebek kamar kosan tersangka. Tersangka yang berada di kamar kosan tak berkutik saaat petugas masuk ke kamar kosan.
Dalam penggeledahan, polisi menemukan 24 paket narkoba berisi 589,5 butir ekstasi. Tersangka Novi Ardo kepada polisi mengatakan, paketan ekstasi itu dijual kepada pelanggan dengan cara memesan dan system paketan kecil dan ditempel di plang sesuai lokasi yang ditentukan.
Menurutnya, ratusan narkoba tersebut dipasok dari seorang bandar narkoba di luar bali. Ratusan narkoba di order dengan cara penjemputan, dimana sang big boss menghantarkan narkoba ke Bali dan tersangka disuruh mengambil di sebuah tempat. Dari ratusan narkoba tersebut sebagian sudah dijual kepada pemesan.
"Sebagian sudah dijual dan ini merupakan sisanya yang berhasill kita amankan," bebernya. AKP Sarjana mengatakan, pasokan ratusan narkoba ini merupakan pasokan pertama kalinya dan tersangka mendapat upah dari hasil penjualan. "Kita masih kembangkan karena masih ada pengakuan tersangka yang berbelit2," bebernya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun